Berita, CEK FAKTA

Cek Fakta: Beredar Konten Palsu Pidato Prabowo Terkait Demo Mahasiswa 12 Juni, Video Lawas Digunakan Kembali

Repelita.net

28 June 2026 18:26 WIB • 944 view

Cek Fakta: Beredar Konten Palsu Pidato Prabowo Terkait Demo Mahasiswa 12 Juni, Video Lawas Digunakan Kembali
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Beredar luas sebuah narasi di media sosial X yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato panjang lebar terkait tuntutan mahasiswa dalam aksi demonstrasi 12 Juni 2026.

Unggahan melalui akun X https://x.com/Muslim_AntiPKI9/status/2065705500432646610?s=20 tersebut menyertakan video berdurasi dua menit yang memperlihatkan Presiden Prabowo bersama sejumlah ketua partai politik.

ADVERTISEMENT

Pengunggah konten menuding bahwa dalam pidato tersebut, pemerintah sama sekali tidak membahas tuntutan mahasiswa mengenai penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pidato panjang lebar menyikapi aksi demo mahasiswa kemarin (12. juni .2026) tanpa bicara soal MBG yang merupakan salah satu tuntutan mahasiswa agar proyek MBG dihentikan, karena unfaedah & hanya buang² uang rakyat," tulis akun tersebut.

Faktanya, aksi unjuk rasa mahasiswa dengan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut memang benar terjadi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menjelaskan alasan pemilihan lokasi tersebut karena mereka menilai DPR sudah tidak lagi menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Pada faktanya, saat ini eksekutif dan legislatif tidak ada bedanya. Mereka sudah menjadi satu koalisi dan sepakat untuk menyengsarakan rakyat,” ujar Yatalathof.

Ia menambahkan bahwa mereka lebih memilih turun ke jalan untuk menyadarkan masyarakat luas mengenai kondisi negara yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.

“Pemerintah sudah bobrok dengan membuat program-program pemborosan, tapi mereka (DPR) tak menjalankan fungsi pengawasannya. Kami mending demo di Bundaran HI dan menyadarkan rakyat banyak bahwa kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja,” tambahnya.

Terdapat lima tuntutan utama yang disuarakan mahasiswa, di antaranya mendesak penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok, serta menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang digunakan dalam narasi tersebut bukanlah tanggapan resmi terhadap aksi demonstrasi 12 Juni 2026.

Rekaman tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi respons pemerintah terhadap aksi "17+8 Tuntutan Rakyat" yang terjadi pada Agustus 2025 silam.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pemerintah mengabaikan tuntutan MBG dalam pidato tersebut adalah informasi yang tidak benar atau termasuk kategori konten palsu. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok





TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung