Berita, Viral Sosmed

Buzzer Disorot Usai Tuntut Anies Ikut Uji Bencana Saat Prabowo dan Gibran Menjabat

Repelita.net

23 August 2026 14:21 WIB • 465 view

Buzzer Disorot Usai Tuntut Anies Ikut Uji Bencana Saat Prabowo dan Gibran Menjabat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Unggahan akun Threads noyrenna memicu perdebatan sengit publik terkait pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam penanganan bencana alam.

Pemilik akun mempertanyakan sikap para buzzer yang dinilai lebih gencar menuntut Anies Baswedan ketimbang Presiden Prabowo Subianto untuk bekerja.

ADVERTISEMENT

Ia menulis "Sorry nih warga Threads mau tanya, emang sekarang Presiden Indonesia udah ganti kah jadi Anies?? Bukannya masih Prabowo ya? Kok para buzzer malah nyuruh Anies yang kerja dan ngasih bantuan saat bencana?".

Ia menyoroti bantuan yang tetap disalurkan Anies Baswedan melalui Humanies Project kendati mantan gubernur tersebut saat ini hanya berstatus sebagai rakyat biasa.

Respon atas unggahan tersebut mengalir deras dari pengguna jaringan sosial dengan berbagai sudut pandang.

Akun fadil_bukan_jaidi12 mencuitkan sindiran "Ntar giliran ngasih bantuan dibilangnya "lagi kampanye pak" wkwkkwkkwk".

Kritik atas pola komunikasi pendukung pemerintah disampaikan akun agungbuddy yang menilai adanya strategi menyalahkan pihak luar saat menghadapi krisis.

Akun adryan.m12 turut mengomentari fenomena penyebutan nama tokoh politik dalam tiap permasalahan bencana.

Perdebatan memanas saat akun turtle.63378340 menegaskan keberadaan jajaran pemerintah di lapangan dengan menulis "Lah prabowo aja udah dikalimantan skg, gibran dah di ntt skg TOLOL".

Pernyataan tersebut dibalas oleh akun nafsabdl yang menilai langkah peninjauan pemerintah tergolong lambat dan baru dilakukan setelah penanganan bencana menjadi viral.

Akun turtle.63378340 kembali membalas dengan menegaskan bahwa bantuan berstok ton telah dikirimkan secara berulang oleh pemerintah sebelum peninjauan fisik dilakukan.

Pengguna platform lain seperti arissu_97 dan fitssty menganggap narasi para buzzer justru meningkatkan popularitas tokoh oposisi.

Sementara akun pinkiellama menyinggung persoalan transparansi bantuan serta pemanfaatan momentum bencana oleh oknum tertentu.

Diskusi antara akun birskruth dan aidapratamaid mempertegas batas wewenang antara pejabat berkuasa dan warga biasa dalam tata kelola negara.

Rangkaian komentar ditutup oleh tanggapan akun depiefie_ yang menilai serangan opini di media sosial justru makin membuka peta persaingan politik masa depan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung