Repelita Jakarta - Ajang hiburan RANS Carnival yang diselenggarakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 berakhir sepi pengunjung.
Kondisi tersebut dipicu oleh aksi boikot publik yang berimbas pada pembatalan sewa stan dari pelaku UMKM hingga jajaran musisi kenamaan.
ADVERTISEMENT
Sejumlah pengisi panggung seperti Masdddho, Guyon Waton, Tipe-X, Om Wawes, Fourtune, hingga RFRNDS secara resmi memilih mengundurkan diri dari daftar penampil.
Gerakan pemboikotan ini mencuat usai Raffi Ahmad terseret isu polemik Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 lalu.
Acara deklarasi tersebut disorot tajam publik akibat kemunculan oknum peserta bayaran yang mengenakan almamater kampus tertentu atau dijuluki skandal mahasiswa sewaan.
Penyanyi Masdddho mengungkapkan pengunduran dirinya dari acara di Sleman melalui akun media sosial demi menghargai aspirasi serta suara masyarakat luas.
"Halo teman-teman, saya Masdddho, sebelumnya saya telah dijadwalkan untuk tampil di Maguwoharjo, Yogyakarta, besok Sabtu 31 Oktober 2026," kata Masdddho.
"Dengan adanya situasi yang terjadi saat ini, izinkan saya untuk ikut bersuara. Saya & Tim memutuskan untuk mengundurkan diri dari acara tersebut," tambahnya.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya jikalau ada kesalahan atau pihak yang tersakiti. Terima kasih atas pengertian dan dukungan teman-teman semua. Panjang umur perjuangan," tandas Masdddho.
Langkah serupa diambil oleh grup musik Guyon Waton yang mengumumkan pembatalan demi menjaga keamanan serta stabilitas hubungan baik bersama para penggemar.
"Kami melihat adanya pembicaraan yang cukup luas di media sosial mengenai kehadiran Guyon Waton di Stadion Maguwoharjo Sleman pada tanggal 31 Oktober 2026, yang bertepatan dengan momentum tertentu," kata Guyon Waton.
"Atas nama Management Guyon Waton, kami memohon maaf untuk tidak bisa melanjutkan acara tersebut," tambahnya.
Pegiat media sosial Paltu Hutabarat turut menilai fenomena pemboikotan ini sebagai konsekuensi dari pergerakan budaya penolakan publik terhadap tokoh publik.
"Apa yang dialami oleh Raffi dkk biarlah jadi pelajaran bahwa mendukung seorang pemimpin negara meskipun secara profesional, tapi ada konsekuensinya," kata Paltu Hutabarat.
"Cancel culture sepertinya akan merembet ke mana-mana karena rezim ini benar-benar membuat banyak rakyat menderita," tandasnya.
Di sisi lain, Raffi Ahmad menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi bahwa kehadirannya dalam acara deklarasi pemuda di Bundaran HI murni sebagai tamu undangan.
Ia menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan, konsep teknis, maupun pengerahan massa almamater yang hadir dalam kegiatan tersebut.
"Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu, di setiap ada undangan, siapa pun yang mengundang saya, insya Allah selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar. Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya," kata Raffi Ahmad.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok