Repelita Washington - Eskalasi skandal kejahatan seksual yang melilit mendiang Jeffrey Epstein kini semakin memanas setelah jalannya penyelidikan internal oleh lembaga Kongres Amerika Serikat berhasil menyeret keterlibatan tiga sosok tokoh publik baru.
Satu dari ketiga nama besar yang diungkap oleh pihak parlemen tersebut diketahui merupakan sosok fotografer mode legendaris yang sempat memiliki kedekatan profesional dengan mendiang Lady Diana Spencer.
ADVERTISEMENT
Informasi krusial mengenai kemunculan nama-nama pesohor global tersebut bersumber langsung dari berita acara pemeriksaan tertutup terhadap mantan asisten pribadi sang pelaku kriminal utama pada pekan ini.
Ketua Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat menyatakan bahwa saksi kunci bernama Sarah Kellen secara gamblang menjabarkan rincian keterlibatan para pesohor tersebut dalam agenda dengar pendapat di Capitol Hill.
Berdasarkan kesaksian lisan di hadapan tim penyidik parlemen, sang mantan asisten menuduh figur penata rambut selebriti beserta mantan kepala daerah di Florida telah melakukan tindakan penyerangan seksual terhadap dirinya.
Sementara untuk figur fotografer kepercayaan keluarga kerajaan Inggris, saksi mengklaim bahwa yang bersangkutan pernah melakukan aksi tidak senonoh dengan sengaja memamerkan bagian intim tubuhnya di ruang publik.
Merespons tuduhan miring yang berpotensi merusak reputasi mendiang sang penangkap gambar, pihak perwakilan hukum dari faksi penata rambut kelas atas langsung bergerak cepat mengeluarkan pernyataan penyangkalan resmi.
“Tuan Fekkai tidak pernah menyalahgunakan siapa pun. Dia tidak mengetahui kebejatan maupun perdagangan manusia Epstein,” kata Herr dalam pernyataannya.
Pada sisi lain, mantan pejabat walikota yang ikut terseret juga sempat menyampaikan pembelaan kepada awak media bahwa interaksi sosial dirinya dengan lingkaran sang miliarder hitam terjalin sangat terbatas.
Melalui ruang sidang komisi legislatif, sang wanita yang sempat lama mengabdi pada sang pelaku utama membeberkan dinamika kelam mengenai tekanan psikis dan kontrol pikiran yang dialaminya selama kurun waktu menahun.
“Ia merayu saya, menyiksa saya secara seksual dan psikologis, mengendalikan, memanipulasi, dan mendominasi saya,” kata Kellen dalam pernyataan pembukanya kepada anggota parlemen.
Meskipun rekam jejak sang asisten sempat dicurigai oleh jajaran penegak hukum federal sebagai salah satu komponen dari sindikat operasional, dirinya bersikeras memosisikan diri sebagai korban murni.
Proses interogasi terhadap lingkaran terdalam sang pelaku ini dipandang oleh otoritas parlemen sebagai salah satu langkah maju paling produktif dalam menyingkap tabir hitam yang selama ini menyelimuti kasus tersebut.
Kehadiran nama penangkap gambar legendaris dalam manifes pemeriksaan ini seketika memicu gelombang perhatian publik mengingat reputasi besarnya dalam membentuk citra visual sang putri dari kerajaan Britania Raya.
Hingga kini pihak legislatif federal masih terus berkomitmen untuk melakukan bedah dokumen finansial serta membuka catatan penerbangan pesawat privat guna membongkar eksistensi jaringan perlindungan hukum kaum elite global.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok