Repelita Jakarta - Tokoh pemikir ekonomi Mardigu Wowiek Prasantyo membagikan kisah mengejutkan di balik diskusi panjangnya yang berlangsung selama enam setengah jam bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Melalui perbincangan mendalam di kanal YouTube Ngaji Roso pada hari Minggu tanggal dua puluh September tahun dua ribu dua puluh enam Mardigu Wowiek secara terbuka mengungkapkan bahwa stamina fisik yang dimiliki oleh Presiden Prabowo Subianto sangat luar biasa di usianya yang telah menginjak angka tujuh puluh empat hingga tujuh puluh lima tahun.
ADVERTISEMENT
Pertemuan intensif tersebut diakui Mardigu Wowiek sebagai momen langka karena kepala negara meminta seluruh jurnalis tajam dan pemikir kritis yang hadir untuk berbicara apa adanya secara bebas tanpa adanya arahan atau pesanan tertentu.
Pengusaha yang akrab disapa Bossman Mardigu itu menyatakan dirinya sempat terkejut saat Najwa Shihab mencecar orang nomor satu di Indonesia tersebut mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Dalam pernyataan langsung yang dikutip dari video unggahan tersebut Mardigu Wowiek menirukan ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa kagak ada paksaan dan kewajiban untuk menerima MBG bagi sekolah yang wali muridnya sepakat menolak.
Keterbukaan informasi ini dinilai sangat mahal oleh Bossman Mardigu hingga ia rela menahan buang air kecil selama lebih dari tiga puluh menit demi mendengarkan langsung analisis strategis global mengenai ketegangan Perang Teluk serta taktik Iran dalam menghadapi tekanan ekonomi Amerika Serikat.
Selain membahas isu geopolitik dunia dan anggaran subsidi bahan bakar minyak perbincangan hangat itu juga memperlihatkan sisi humanis Presiden Prabowo Subianto yang mahir menirukan gaya bicara serta gerakan tangan mantan Presiden BJ Habibie saat masih menjabat sebagai wakil presiden.
Menurut analisis dari Mardigu Wowiek gejolak ekonomi internasional saat ini sebenarnya menjadi momentum besar bagi masyarakat Indonesia untuk kembali mengamankan aset dalam bentuk logam mulia seperti emas dan perak di tengah melemahnya nilai transaksi mata uang global. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok