Berita, Nasional

BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Bawa Lima Tuntutan Terkait Kondisi Bangsa yang Dianggap Menuju Bangkrut

Repelita.net

12 June 2026 17:45 WIB • 968 view

BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Bawa Lima Tuntutan Terkait Kondisi Bangsa yang Dianggap Menuju Bangkrut
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Yatalathof Ma'shum Imawan, memaparkan lima tuntutan utama yang diusung dalam aksi pengeboran di kawasan Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).

Pihaknya menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan yang mendalam terhadap kebijakan pemerintah saat ini.

ADVERTISEMENT

“Kami menuntut lima hal. Yang pertama, hentikan pemborosan APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara),” dia.

Selain masalah fiskal, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga bahan pokok serta bahan bakar minyak yang akan membebani masyarakat.

Tuntutan lainnya mencakup berbagai program prioritas pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis yang dinilai perlu dievaluasi kembali.

Mahasiswa juga menerangi segala bentuk praktik militerisme yang masuk ke dalam ruang lingkup kehidupan sipil.

Poin terakhir dari tuntutan tersebut adalah mendesak pemerintah agar berhenti menghina dan berani mengakui kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja.

“Karena itu adalah panggilan moral kami. Kami menyadari bahwa jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka Indonesia akan seperti tagar yang kami bawa, #MenujuIndonesiaBangkrut, baik secara ekonomi, demokrasi, dan juga moralnya,” jelas Yatalathof.

Aksi yang dipusatkan di Bundaran HI tersebut ditegaskan sebagai gerakan moral untuk menyadarkan masyarakat mengenai ancaman krisis yang menghadang bangsa.

Menyanggapi gelombang aksi tersebut, Kepala Staf Presiden, Dudung Abdurachman, mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang lebih arif.

“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik,” ucap Dudung.

Ia berpesan agar kritik tidak dicampuradukkan dengan upaya hasutan, fitnah, maupun adu domba yang berpotensi memecah belah persaudaraan bangsa.

Pihak Istana menyatakan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya membangun fondasi bangsa yang lebih kuat dan aman.

Dudung menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung