Berita, Nasional

BEM Hukum Unhas Tolak Tegas SPPG di Kampus, Plesetkan Jadi Satuan Penjilat Prabowo-Gibran

Repelita.net

14 June 2026 16:10 WIB • 870 view

BEM Hukum Unhas Tolak Tegas SPPG di Kampus, Plesetkan Jadi Satuan Penjilat Prabowo-Gibran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi penolakan keras datang dari organisasi mahasiswa Universitas Hasanuddin terkait keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di lingkup kampus.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram @bemhukumunhas pada Sabtu, 13 Juni 2026, yang memicu perhatian publik setelah memberikan label kontroversial terhadap program tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan resmi yang beredar, mereka memplesetkan singkatan SPPG menjadi Satuan Penjilat Prabowo-Gibran sebagai bentuk protes atas masuknya agenda politik ke dunia akademik.

"Kami dengan tegas lugas dan mantap menolak keberadaan SPPG di lingkungan Universitas Hasanuddin. Kampus seharusnya menjadi ruang lahirnya ilmu pengetahuan, kebebasan berpikir, dan keberpihakan pada kepentingan akademik," tulis akun tersebut.

Mahasiswa menilai kebijakan ini hanyalah bentuk komersialisasi pendidikan yang dibungkus dengan narasi pembangunan, sehingga mengabaikan fungsi utama kampus sebagai pusat intelektual.

Mereka juga menyoroti ironi keterlibatan birokrasi kampus yang dianggap lebih mementingkan proyek pencitraan rezim daripada menyelesaikan persoalan mendasar di lingkungan universitas sendiri.

Unggahan ini kemudian dibanjiri beragam tanggapan dari warganet yang sebagian besar memberikan dukungan terhadap sikap kritis para siswa tersebut.

"Petinggi kampus yang diisi oleh pelaut harus fokus aja sih ke akademik, lah ini malah nyari panggung, miris yaa, semangat teman-teman," tulis akun @endahnur***.

"Cuma UNHAS yang sangat gembira gembira menjalankan MBG di kampus, kampus lain kritis dan memfilter. Sangat terlalu carmuk ke rezim. Kayak gak ada kerjaan substantif lain," komentar akun @bgitumi_toh.

"Ayam Jantan dari Timur dibawa ke dapur MBG untuk 'Dimasak, Bakar, atau Goreng'?" tulis akun @kitab.pendekar.

Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman, menyatakan bahwa pihak rektorat tetap kebebasan menghargai akademik serta setiap aspirasi yang muncul dari mahasiswanya.

“Unhas tetap menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan menyampaikan pendapat, serta ruang dialog yang sehat dan beretika di lingkungan kampus,” ungkap Ishaq.

Ia menyampaikan pesan agar setiap bentuk kritik maupun masukan yang diberikan tetap berpijak pada data serta disampaikan melalui mekanisme dialog yang konstruktif.

“Penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta, serta melalui saluran komunikasi yang terbuka dan konstruktif,” tambahnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung