Berita, Nasional

Bandingkan Presiden Brasil Lula Dengan Gibran, Arif Wicaksono Soroti Dinasti Politik Dan Cacat Syarat Ijazah Wakil Presiden

Repelita.net

26 October 2026 22:07 WIB • 88 view

Bandingkan Presiden Brasil Lula Dengan Gibran, Arif Wicaksono Soroti Dinasti Politik Dan Cacat Syarat Ijazah Wakil Presiden
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Perbandingan mengenai rekam jejak perjuangan karier serta latar belakang pendidikan kepemimpinan politik antarnegara menjadi sorotan tajam warganet di media sosial pada hari Senin tanggal dua puluh enam Oktober tahun dua ribu dua puluh enam.

ADVERTISEMENT

Kritik tersebut mengemuka menyusul adanya ulasan akademis mengenai aturan syarat kelulusan administrasi peserta pemilu di kawasan Amerika Selatan.

Informasi seputar tanggapan kritis terhadap fenomena dinasti kekuasaan di dalam negeri tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @arif_wicaksono.

Melalui unggahan tertulis di akun X pribadinya pada hari Senin tanggal dua puluh enam Oktober tahun dua ribu dua puluh enam, pengamat sosial ekonomi tersebut melayangkan komentar satir.

Ia membandingkan etos kerja kepala negara terpilih di luar negeri dengan proses kenaikan jabatan wakil presiden domestik dengan menulis kalimat, "@JimlyAs Hebat ya, Prof. Bandingkan Lula yang cuma SD tapi kerja keras, berjuang, dan dibangun dari bawah… sama Gibran yang “tidak punya ijazah SMA” tapi tiba-tiba naik karena dinasti + transaksi politik. BEDA JAUH,".

Sebelumnya, ulasan mengenai kesuksesan kontestasi elektoral di luar negeri tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie melalui platform digital yang sama.

Jimly memuji keberhasilan tokoh buruh Luiz Inácio Lula da Silva yang kembali memenangkan kursi kepemimpinan tertinggi negara untuk masa jabatan keempat kalinya.

Tokoh hukum tata negara tersebut mengapresiasi ketangguhan sang presiden terpilih mengalahkan rival politiknya dari sayap kanan, Flávio Bolsonaro, pada putaran kedua hari Minggu tanggal dua puluh lima Oktober tahun dua ribu dua puluh enam.

Melalui akun X pribadinya, ia mengutarakan rasa kagumnya dengan menulis narasi, "Hebat, Presiden Brazil Lula da Silva kmbali trpilih jadi Presiden ke4 kalinya. Pdhal cuma tamat SD & kursus ktrampilan,".

Ia kemudian menambahkan penjelasan mengenai klausul legalitas hukum formal yang berlaku pada undang-undang dasar negara setempat sebagai pembanding sistem pemilu.

Ketentuan konstitusi di kawasan tersebut dinilai lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat sipil selama tidak masuk dalam kategori buta aksara.

Ia menguraikan dasar hukum tersebut melalui cuitan lanjutan yang berbunyi, "Karena di Pasal 14 ayat (4) UUD Brazil, smua kandidat pemilu baik parlemen maupun pres/wapres hrs trdaftar sebagai pemilih & tidak buta huruf,".

Di sisi lain, desakan moral dari aliansi masyarakat sipil agar wakil presiden dalam negeri meletakkan jabatannya secara sukarela juga terus bergulir pascapersidangan sengketa administrasi.

Tuntutan tersebut menguat setelah lembaga peradilan tertinggi merilis kesimpulan pemeriksaan berkas syarat minimal kelulusan sekolah menengah atas milik sang pejabat.

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan Hakim Konstitusi Arsul Sani, MK menyatakan tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma sebagai bukti telah menyelesaikan pendidikan luar negeri yang setara dengan jenjang SMA atau sederajat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung