Berita, Timur Tengah

AS Pasang Ranjau Darat di Shiraz Iran, Jenis BLU-91/B Disebar Pakai Pesawat Gator, Warga Sipil Terancam Bahaya Mematikan

Repelita.net

29 March 2026 05:43 WIB • 1,029 view

AS Pasang Ranjau Darat di Shiraz Iran, Jenis BLU-91/B Disebar Pakai Pesawat Gator, Warga Sipil Terancam Bahaya Mematikan
Foto: Istimewa

Repelita Shiraz - Pasukan Amerika Serikat dilaporkan mulai memasang ranjau darat di wilayah selatan Iran, tepatnya di pinggiran Kota Shiraz, sebagai bagian dari strategi perang melawan negara mayoritas Islam Syiah tersebut.

Menurut penyelidik senjata dari Amnesty International, Brian Castner, ranjau-ranjau yang dipasang tersebut bertujuan untuk menghancurkan tank-tank yang melintas di wilayah Shiraz, namun tetap berbahaya bagi warga sipil yang dapat terkena ledakan secara tidak sengaja.

ADVERTISEMENT

Meskipun ranjau darat ini dimaksudkan untuk menargetkan kendaraan lapis baja, ranjau ini tetap bisa sangat berbahaya bagi warga sipil, demikian pernyataan Castner kepada The Washington Post pada Jumat, 27 Maret 2026, sebagaimana dilansir oleh Jerusalem Post pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Dalam pernyataannya, Castner menambahkan bahwa ranjau darat yang dipasang oleh Amerika Serikat di Shiraz merupakan jenis ranjau anti-tank American BLU-91/B yang terkenal memiliki daya ledak sangat kuat.

Ranjau tersebut, kata dia, disebarkan menggunakan pesawat militer yang sudah dilengkapi dengan sistem penyebar ranjau yang bernama Gator, yang mampu menebarkan ranjau secara massif di area yang luas.

Menurut foto satelit yang beredar di internet, ranjau tersebut sudah tersebar secara massif di sekitar pinggiran Kota Shiraz, menunjukkan skala operasi pemasangan ranjau yang cukup besar.

Menurut media nasional Iran, ranjau-ranjau tersebut sudah mulai dipasang di Shiraz sejak beberapa hari yang lalu, dan beberapa di antaranya juga sudah meledak karena kontak dengan suatu objek meskipun tidak dijelaskan objek apa yang terkena.

Pemasangan ranjau anti-tank ini dilakukan di saat perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas, dengan Presiden Donald Trump yang terus menekan Iran untuk menyerah.

Presiden Trump tidak main-main dan dia siap untuk melepaskan malapetaka, Iran tidak boleh salah perhitungan lagi, demikian pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, sebagaimana dilansir oleh The Strait Times.

Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump memastikan mereka akan dihantam lebih keras, lanjut Leavitt.

Sejauh ini, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran telah menewaskan setidaknya 1.443 orang, dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah seiring berjalannya konflik.

Dari jumlah tersebut, 217 korban jiwa merupakan anak-anak yang menjadi korban dalam berbagai serangan yang dilancarkan di wilayah Iran sejak konflik pecah.

Anak-anak dibunuh di sekolah, laki-laki tewas di pos pemeriksaan saat mereka mencoba memindahkan keluarga mereka, perempuan dibunuh saat mengantre untuk mendapatkan roti, petugas medis dibunuh saat menanggapi keadaan darurat, demikian pernyataan Wakil Direktur Human Rights Activists di Iran, Skylar Thompson, kepada Washington Post.

Pola-pola kekerasan ini menimbulkan kekhawatiran hukum yang serius terkait dengan perilaku permusuhan dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia, lanjutnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung