Berita, Internasional

AS Dakwa 10 Pejabat Meksiko, Gubernur dan Wali Kota dari Partai Berkuasa Mundur

Repelita.net

03 May 2026 18:45 WIB • 738 view

AS Dakwa 10 Pejabat Meksiko, Gubernur dan Wali Kota dari Partai Berkuasa Mundur
Foto: Istimewa

Repelita Mexico City - Badai politik besar menerpa Meksiko setelah Amerika Serikat melayangkan dakwaan mengejutkan terhadap 10 pejabat politik dan aparat keamanan atas dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.

Skandal tersebut langsung mengguncang fondasi politik nasional terutama karena dua nama sentral yang terseret adalah Gubernur Sinaloa Rubén Rocha Moya dan Wali Kota Culiacán Juan de Dios Gámez Mendívil.

ADVERTISEMENT

Kedua pejabat tinggi tersebut sama-sama berasal dari partai Morena, yaitu kendaraan politik Presiden Claudia Sheinbaum yang sedang berkuasa.

Di tengah tekanan domestik dan internasional yang semakin membesar, Rocha akhirnya mengumumkan pengunduran diri sementara dari kursi gubernur yang telah didudukinya selama enam tahun terakhir.

Dalam pernyataan video yang dirilis pada awal Mei 2026, politisi senior berusia 76 tahun itu membantah keras tuduhan bahwa dirinya melindungi Kartel Sinaloa demi keuntungan politik dan finansial pribadi.

“Hati nurani saya bersih. Kepada rakyat dan keluarga saya, saya dapat menatap mata kalian karena saya tidak pernah mengkhianati kalian, dan saya tidak akan pernah melakukannya," ujari Rocha dengan suara bergetar.

Ia menegaskan bahwa dirinya akan menempuh jalur hukum yang tersedia serta menyatakan kesediaan bekerja sama dengan penyelidikan pemerintah Meksiko.

Langkah serupa juga diambil oleh Wali Kota Culiacán, Juan de Dios Gámez Mendívil, yang ikut mundur sementara sambil menyangkal seluruh dakwaan yang dilayangkan Amerika Serikat.

Sementara itu, Senator Enrique Inzunza yang juga masuk dalam daftar terdakwa memilih tetap menjabat meskipun harus menghadapi badai hukum yang menerjang.

Kongres lokal Sinaloa bergerak cepat dengan menunjuk Yeraldine Bonilla Valverde, seorang sekutu politik Rocha, sebagai gubernur interim untuk periode 30 hari ke depan.

Mundurnya Rocha dan Gámez sekaligus menghapus perlindungan kekebalan hukum yang sebelumnya melekat pada jabatan mereka sebagai pejabat publik.

Kasus ini menjadi ujian berat bagi Presiden Claudia Sheinbaum yang kini terjepit di antara dua kepentingan besar.

Di satu sisi ia harus menjaga stabilitas politik partainya sendiri dan di sisi lain menghadapi tekanan keras dari Presiden AS Donald Trump.

Trump menuntut Meksiko untuk meningkatkan perang melawan kartel narkoba yang selama ini menjadi sumber utama masalah keamanan perbatasan.

Sheinbaum menegaskan bahwa dirinya tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti bersalah dalam kasus ini.

Namun ia tetap menolak dengan tegas dominasi hukum Washington atas kedaulatan negaranya sendiri.

“Kami tidak akan pernah menundukkan diri karena ini menyangkut martabat rakyat Meksiko,” tegas Sheinbaum dalam konferensi pers yang digelar.

Di sisi lain, kantor jaksa agung Meksiko menyatakan bahwa mereka belum akan menangkap para pejabat yang didakwa sebagaimana diminta oleh Amerika Serikat.

Mereka memilih untuk menunggu hasil investigasi federal yang masih berlangsung sebelum mengambil tindakan hukum lebih lanjut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung