Berita, Timur Tengah

Ancaman Serangan Israel, Suriah Tutup Sementara Perlintasan Utama dengan Libanon

Repelita.net

06 April 2026 13:57 WIB • 855 view

Ancaman Serangan Israel, Suriah Tutup Sementara Perlintasan Utama dengan Libanon
Foto: Istimewa

Repelita Damaskus - Otoritas Suriah menyatakan pihaknya akan menutup sementara sebuah perlintasan utama yang menghubungkan negaranya dengan Libanon akibat masalah keamanan.

Keputusan penutupan ini diambil menyusul peringatan dari Israel mengenai kemungkinan serangan di daerah perbatasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Otoritas Umum untuk Perbatasan dan Perlintasan Darat dan Laut Suriah menyebutkan bahwa perlintasan Jdeidet Yabous yang berseberangan dengan Masnaa di Libanon hanya diperuntukkan bagi penggunaan sipil.

"Tidak ada kelompok bersenjata atau milisi yang berada di perlintasan tersebut dan lokasi itu tidak digunakan untuk aktivitas apa pun di luar kerangka sipil dan hukum," demikian bunyi pernyataan resmi otoritas Suriah.

Otoritas setempat memastikan bahwa lalu lintas akan kembali berjalan normal setelah situasi dinyatakan stabil dan aman.

Pengumuman ini disampaikan tidak lama setelah militer Israel menyatakan niatnya untuk menargetkan jalan menuju perlintasan Masnaa.

Israel beralasan bahwa kelompok Hizbullah menggunakan rute tersebut untuk kepentingan aksi militer dan penyelundupan peralatan tempur.

Ketegangan di sepanjang perbatasan Suriah-Libanon masih terus memanas di tengah konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sebelumnya, militer Israel telah mengimbau warga untuk segera meninggalkan kawasan di sekitar penyeberangan utama antara Suriah dan Libanon.

Imbauan itu disampaikan seiring dengan berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Libanon sejak 2 Maret lalu.

Israel meningkatkan serangan udara dan melancarkan invasi darat di Libanon selatan setelah Hizbullah terlibat konflik di pihak Iran.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menegaskan bahwa penyeberangan Masnaa digunakan Hizbullah untuk kepentingan militer.

"Militer Israel berencana menyerang penyeberangan tersebut dalam waktu dekat," ujar Adraee sembari mendesak warga untuk segera mengungsi dari area tersebut.

Sumber keamanan Libanon menyatakan bahwa proses evakuasi tengah dilakukan di kawasan perlintasan menyusul ancaman serangan dari Israel.

Di sisi lain, otoritas Suriah dengan tegas membantah tuduhan yang dilayangkan oleh pihak Israel.

Direktur hubungan masyarakat Otoritas Umum Perbatasan dan Bea Cukai Suriah, Mazen Aloush, menegaskan bahwa penyeberangan Jdeidet Yabous digunakan sepenuhnya untuk kepentingan sipil.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan, lalu lintas di perlintasan tersebut dihentikan sementara hingga situasi dinilai aman.

Seorang jurnalis AFP melaporkan bahwa kawasan tersebut tampak kosong pada Minggu pagi dengan hanya beberapa petugas yang masih berjaga.

Penyeberangan Masnaa merupakan jalur darat utama antara Libanon dan Suriah sekaligus rute perdagangan yang sangat penting bagi kedua negara.

Bagi Libanon, jalur ini menjadi akses vital menuju kawasan regional yang tidak dapat digantikan oleh rute lainnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung