Berita, Nasional

Amien Rais: Ada Sesuatu Tak Biasa pada Teddy, Komdigi Tak Berhak Proses Hukum

Repelita.net

03 May 2026 22:06 WIB • 747 view

Amien Rais: Ada Sesuatu Tak Biasa pada Teddy, Komdigi Tak Berhak Proses Hukum
Foto: Istimewa

Repelita Yogyakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais angkat bicara soal videonya yang viral karena menyebut adanya hubungan istimewa antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya.

Video yang kini telah hilang dari akun YouTube pribadi Amien Rais itu dikecam oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid karena dinilai mengandung narasi fitnah.

ADVERTISEMENT

Di sela Musyawarah Nasional Partai Ummat di Yogyakarta pada Sabtu malam (2/5/2026), mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu menyebut pernyataannya harus dilihat sebagai bentuk kebebasan warga negara dalam berpendapat.

"Saya yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kita tidak dibatasi, tidak dibungkam," kata Amien.

Amien menilai Indonesia sebagai negara demokrasi semestinya menjamin kebebasan berpendapat meskipun pendapat itu bertentangan dengan penguasa.

Soal tudingannya mengenai hubungan Prabowo dan Teddy yang disebutnya melampaui batas profesional, Amien mengaku memiliki alasan tersendiri.

"Kalau soal Teddy ini, memang saya kumpulkan dari berbagai informasi, dari YouTube maupun berbagai channel media sosial itu, saya kira hampir meyakinkan bahwa ada something very unusual (sesuatu yang sangat tidak biasa) tentang saudara Teddy," kata dia.

Sesuatu yang tidak biasa itu menurut Amien karena Teddy diberi porsi kekuasaan yang berlebihan oleh Prabowo.

"Saya melihat Teddy ini hanya nggulet (menempel) terus ke Pak Prabowo. Sampai-sampai yang menentukan tamu, siapa menteri, mana jenderal yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini," ujarnya.

Untuk itu agar tak menjadi stigma buruk di masyarakat, Amien menyarankan sebaiknya Prabowo memberikan Teddy kesibukan atau posisi di tempat yang lain.

Dengan tidak selalu menempel pada Prabowo, Amien melanjutkan, Teddy tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan.

"Teddy ini kan sesungguhnya cuma Sekretaris Kabinet, tapi seolah-olah paling berwibawa, merasa lebih penting dari sekretaris kabinet," ujarnya.

"Dia bisa memilah-milih tamu, mana yang bisa diterima, mana yang tidak," tambah Amien mencontohkan perilaku Teddy.

Amien mengaku mendengar langsung dari seorang menteri koordinator yang bercerita kepadanya bahwa sang menteri kesulitan menemui Prabowo karena diatur oleh Teddy.

"Menko itu cerita, 'Mas Amin, saya itu kadang-kadang mau ketemu presiden tidak bisa karena kata Teddy tidak ada waktu atau belum ada waktu,' begitu ," ujar Amien menirukan pengakuan menteri tersebut.

Padahal kata Amien, menteri tersebut mengetahui Prabowo ada di Istana dan hanya butuh waktu bertemu sekitar 5 hingga 10 menit.

"Nah yang seperti ini menjadi blunder bagi kepemimpinan Pak Prabowo," kata Amien yang mengaku belum pernah bertemu Prabowo setelah menjadi presiden.

Amien pun menyarankan agar Teddy tidak perlu dihukum, dihujat, atau dibuang melainkan cukup diberikan job yang lain.

"Cukup berikan dia (Teddy) job yang lain, diganti dengan seseorang yang tidak jadi beban. Itu saja," kata dia.

Terkait ancaman Kementerian Komunikasi dan Digital yang akan membawa penyebar videonya ke ranah hukum, Amien merespons dengan santai.

"Saya diberitahu ahli-ahli hukum itu, Komdigi tidak berhak ya (memproses hukum)," kata dia menolak kewenangan kementerian tersebut.

Menurut Amien, yang berhak memperkarakan videonya tidak lain adalah Seskab Teddy Indra Wijaya sendiri sebagai pihak yang merasa dirugikan.

"Kalau sampai di pengadilan saya akan yakin sekali. Saya akan minta keterangan dari beberapa dokter spesialis," kata dia menantang pembuktian di meja hijau.

Adapun Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyatakan video pernyataan Amien Rais memuat narasi fitnah serta ujaran kebencian.

“Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik,” kata Meutya melalui keterangan tertulis pada Jumat (1/5/2026).

Bagi Meutya, tuduhan Amien Rais berpotensi memecah belah bangsa di tengah upaya membangun persatuan.

Ia menegaskan bahwa ruang digital merupakan ruang beradu gagasan yang sehat bukan ruang produksi konten kebencian.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung