Berita, Nasional

Alat Israel Digunakan LSP, Roy Suryo Beberkan Cara Kerjanya

Repelita.net

08 November 2026 18:59 WIB • 124 view

Alat Israel Digunakan LSP, Roy Suryo Beberkan Cara Kerjanya
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo mengupas tuntas mekanisme penyusupan perangkat lunak mata-mata asal Israel bernama Pegasus yang diduga digunakan oleh mantan Kapolri berinisial LSP dalam kasus penyadapan ilegal.

ADVERTISEMENT

Penjelasan rinci mengenai teknologi spionase tersebut disampaikan Roy Suryo dalam tayangan di kanal YouTube Langkah Update bertajuk Alat Israel Digunakan LSP Roy Suryo Beberkan Cara Kerjanya yang dirilis pada November 2026.

Dalam pemaparannya, Roy Suryo membedah empat tahapan rantai serangan Pegasus spyware yang bekerja secara senyap melalui metode eksploitasi tanpa interaksi atau zero-click attack sehingga korban tidak perlu mengeklik tautan apa pun.

Tahap pertama dimulai dari vektor infeksi melalui pengiriman pesan berbahaya seperti file gambar maupun GIF manipulatif secara rahasia ke ponsel pintar target berbasis Android maupun iOS.

Memasuki tahap kedua, perangkat lunak tersebut menjalankan rantai eksploitasi senyap dengan memanfaatkan celah keamanan zero-day pada sistem operasi, melakukan eskalasi hak akses penuh tanpa izin, lalu menanamkan payload utama secara tersembunyi.

Pada tahap ketiga, Pegasus menjalankan kapabilitas spionase penuh dengan menyadap pesan dari aplikasi seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal langsung dari memori sesaat setelah dikirim.

Selain itu, sistem ini mampu mengaktifkan kamera dan mikrofon secara tersembunyi untuk merekam situasi sekitar serta mencuri data sensitif meliputi titik koordinat GPS secara langsung, riwayat panggilan, foto, kontak, hingga kata sandi.

Selanjutnya pada tahap keempat, seluruh data curian yang terenkripsi dikirimkan menuju server komando dan kendali jarak jauh disertai fitur penghindaran deteksi yang bertahan di memori serta sanggup menghapus jejak dirinya sendiri agar sulit dilacak forensik.

Roy Suryo menyayangkan alat penyadap canggih produksi perusahaan NSO Group Technologies asal Israel yang dibeli menggunakan anggaran negara tersebut justru dipindahkan dari kantor resmi ke rumah pribadi di kawasan Widya Candra untuk memata-matai Presiden Prabowo Subianto serta masyarakat.

"Dikasih peralatan oleh negara dibelikan oleh rakyat digunakan untuk menyadap rakyat dan juga menyadap presiden ini makar betul dan ini persis sebenarnya apa yang pernah difilmkan judulnya Enemy of the State," ujar Roy Suryo dalam tayangan tersebut.

Ia juga menyoroti tindakan penghapusan catatan riwayat sistem pada Oktober 2025 sebagai bentuk perusakan barang bukti serta menegaskan bahwa operasi di luar prosedur lawful interception dan tanpa izin pengadilan melanggar Undang-Undang Telekomunikasi maupun Undang-Undang ITE.

Menutup ulasannya di kanal YouTube Langkah Update, Roy mengapresiasi langkah tegas jajaran kepolisian di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Suyudi yang berhasil membongkar skandal internal ini dan mendesak penyidikan terus dikejar hingga ke aktor intelektual pemberi perintah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung