Berita, Palestina

Aksi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Parade Juara Barcelona Pancing Isak Haru Warga Gaza

Repelita.net

13 May 2026 13:37 WIB • 890 view

Aksi Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Parade Juara Barcelona Pancing Isak Haru Warga Gaza
Foto: Istimewa

Repelita Gaza - Ungkapan rasa haru dan apresiasi yang mendalam mengalir dari para penduduk di kawasan faksi wilayah konflik pasca aksi heroik penyerang muda andalan raksasa Catalonia [11/5/2026].

Pesepak bola berbakat tersebut secara berani membentangkan simbol kedaulatan warga sipil yang tertindas di tengah kemeriahan pawai armada bus terbuka pasca timnya mengunci takhta kompetisi domestik kasta tertinggi Spanyol.

ADVERTISEMENT

Seorang akademisi muda yang tengah menempuh pendidikan di wilayah terdampak gejolak kemanusiaan tersebut mencurahkan isi hatinya melalui saluran pesan digital terbuka.

Melalui unggahan tulisan tersebut Muhammed Akram menyampaikan bahwa “Bagi sebagian orang, itu mungkin tampak seperti gestur sederhana, tetapi di sini di Gaza, itu menyentuh hati dengan cara yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Terima kasih, Lamine Yamal. Dari Gaza, kamu dicintai lebih dari yang kamu tahu,”.

Gelombang rasa syukur juga turut disuarakan oleh pemilik identitas digital lain yang terdaftar resmi pada platform jejaring sosial X yakni Haitham in Gaza dengan alamat akun x.com yang membagikan kisah emosionalnya pada tanggal sebelas Mei dua ribu dua puluh enam.

Warga tersebut menuliskan sebuah untaian kalimat menyentuh hati yang berbunyi “Hanya 14 detik… namun itu sudah cukup untuk membuatku menangis tersedu-sedu. Satu momen yang akan abadi selamanya dalam sejarah, dikenang sebagai salah satu momen paling manusiawi yang disaksikan dunia. Selama parade perayaan Barcelona setelah memenangkan La Liga, bendera Palestina dikibarkan tinggi-tinggi, berkibar di hadapan mata seluruh dunia… seolah-olah dunia akhirnya berkata kepada kita: kami melihatmu, kami mendengarmu, dan kau tidak sendirian dalam penderitaan ini. Aku tidak bisa menggambarkan sepenuhnya apa yang kami rasakan saat melihat orang-orang yang masih berani menyuarakan kebenaran, dan berdiri di sisi suatu bangsa yang menanggung salah satu genosida paling mengerikan dalam sejarah modern. Terima kasih kepada semua orang yang mendukung kami, semua orang yang berbicara untuk kami, semua orang yang menolak diam dan memilih kemanusiaan sebagai gantinya. Kalian tidak bisa membayangkan betapa berartinya cinta ini, perhatian ini, dan solidaritas ini bagi kami… perasaan bahwa kami masih berarti di dunia ini. Dari jantung Gaza… Terima kasih dari kedalaman hati kami. Terima kasih karena membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian. Terima kasih, Barcelona🤍 Terima kasih, Spanyol🇪🇸 Dan terima kasih kepada setiap hati yang masih berdetak dengan kemanusiaan.❤️”.

Aksi simpatik penyerang sayap berumur delapan belas tahun tersebut dilakukan tepat di hadapan ribuan pasang mata simpatisan setianya yang memadati area jalanan pusat kota beberapa jam setelah laga krusial bertajuk El Clasico berakhir.

Rekaman visual panggung selebrasi berdurasi singkat itu mendadak menjadi pusat perhatian global hingga menyebar secara masif pada berbagai lini masa media sosial internasional.

Simbol perjuangan tersebut seolah memperkuat gerakan solidaritas masyarakat dunia atas penderitaan warga sipil akibat rentetan konflik bersenjata berkepanjangan yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa.

Meskipun tensi aksi massa di ruang publik sempat mengalami penurunan pasca penandatanganan kesepakatan gencatan senjata beberapa waktu lalu, momentum olahraga akbar tetap dimanfaatkan sebagai wadah penyaluran aspirasi kemanusiaan.

Langkah berani figur publik muda ini dinilai oleh sejumlah pengamat dan tokoh pergerakan politik memiliki dampak sosialisasi yang jauh lebih masif dibandingkan metode kampanye konvensional lainnya.

Seorang kolumnis ternama asal Lebanon bernama Dyab Abou Jahjah turut memberikan respons positif atas fenomena tersebut melalui sebuah catatan digitalnya yang berbunyi “Ketika kamu punya platform, gunakan itu. Ketika kamu punya suara, bersuaralah. Bravo Lamine Yamal,”.

Juru taktik kesebelasan asal Catalonia yang berkebangsaan Jerman yakni Hansi Flick memberikan konfirmasi tertulis bahwa dirinya telah melakukan diskusi internal empat mata dengan anak asuhnya pada keesokan harinya [12/5/2026].

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media sang pelatih memberikan kebebasan penuh kepada pemainnya dengan menyatakan bahwa “Saya berbicara dengannya [Yamal] dan mengatakan: ‘Jika kamu ingin melakukan itu, itu keputusanmu, kamu sudah cukup dewasa,’” .

Pasca selesainya agenda perayaan resmi klub, sang pemain langsung memperbarui halaman album digital Instagram pribadinya yang memiliki puluhan juta pengikut setia dengan menyisipkan foto dokumentasi bersejarah tersebut.

Unggahan dokumentasi tersebut seketika banjir apresiasi berupa jutaan tanda suka serta kiriman komentar dari berbagai elemen pencinta sepak bola termasuk sastrawan ternama asal Timur Tengah.

Seorang pujangga kelahiran wilayah konflik bernama Mosab Abu Toha turut menyematkan sebuah kalimat emosional pada kolom komentar unggahan tersebut dengan menuliskan “Kami mencintaimu, dari Gaza.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung