Berita, Nasional

Ahmad Khozinudin: Tentu Jokowi Akan Sangat Berterima Kasih ke Refly Harun karena Tim Hukum Roy Suryo Terpecah

Repelita.net

08 July 2026 23:21 WIB • 936 view

Ahmad Khozinudin: Tentu Jokowi Akan Sangat Berterima Kasih ke Refly Harun karena Tim Hukum Roy Suryo Terpecah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketegangan internal menyelimuti kubu pengawal kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Joko Widodo.

Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis atau TA-AKAA melontarkan kritik keras kepada advokat Refly Harun.

ADVERTISEMENT

Perwakilan hukum TA-AKAA, Ahmad Khozinudin, menegaskan bahwa sikap ini merupakan mosi tidak percaya resmi dari puluhan advokat.

Langkah tersebut melibatkan deretan nama besar seperti Petrus Selestinus, Jemmy Mokolensang, Azam Khan, hingga Juju Purwantoro.

Khozinudin menyoroti minimnya etika profesi yang ditunjukkan Refly Harun saat masuk dalam pusaran perkara ini.

Ia menganggap koordinasi antar sejawat seharusnya menjadi prioritas utama sebelum seorang advokat mengambil kuasa dari klien.

Semestinya sebelum meminta Surat Kuasa dari klien, RH (Refly Harun) bertanya kepada rekan sejawat apakah boleh dirinya terlibat.

Faktanya, RH langsung membentuk tim RRT, Troya, dan terlibat di TalkHAM untuk mengajukan praperadilan tanpa berkomunikasi dengan kami.

Tak ada etika, main serobot, ujar Ahmad Khozinudin dalam keterangan tertulisnya.

Pihak TA-AKAA membeberkan lima poin catatan terkait manuver Refly Harun yang dianggap merugikan perjuangan selama ini.

Upaya mediasi sepihak dengan membawa kelompok RRT menemui Jimly Assidiqie di Tim Percepatan Reformasi Polri menjadi sorotan.

Saat itu, kapasitas Refly disebut hanya sebagai YouTuber dan melakukan tindakan tersebut tanpa koordinasi tim hukum utama.

Selain itu, terdapat tudingan pembajakan klien karena Refly dianggap memecah klaster dengan hanya membela Roy Suryo, Rismon, dan dr. Tifa.

Tindakan itu dinilai berimbas pada hilangnya konsistensi klien, termasuk peristiwa membelotnya Rismon ke pihak lawan.

Bubar dan pecahnya tim Troya setelah gagal dengan formula awal juga dianggap sebagai dampak negatif lainnya.

Saat ini, dr. Tifa bahkan harus menjalani persidangan pokok perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur sendirian.

Pengajuan praperadilan sepihak melalui Tim TalkHAM juga dikritik karena dianggap hanya mengulur waktu dan menjauhkan substansi utama perkara.

Karena saya khawatir ada manuver RH atau tokoh lainnya yang memotong perjuangan, dengan melakukan perdamaian bersama kubu Solo, penulis membuat pernyataan tegas saat konpers di Polda Metro Jaya.

Siapapun yang berdamai dengan Jokowi berarti telah berkhianat terhadap perjuangan rakyat.

Tak ada perdamaian antara Al Haq dan Al Batil, lanjut Khozinudin.

Pihak TA-AKAA juga menepis keras tuduhan bahwa mereka sengaja ingin memenjarakan klien sendiri.

Khozinudin menekankan komitmen bantuan hukum gratis atau probono yang mereka jalankan sejak 30 April 2025 lalu.

Itu tuduhan yang sangat menyakitkan.

Alhamdulillah hingga saat ini klien kami merdeka dan tidak ditahan meski berstatus tersangka.

Kami mendampingi secara gratis karena meyakini ini adalah perjuangan seluruh rakyat, melibatkan purnawirawan TNI, aktivis, hingga emak-emak militan, tegasnya.

Khozinudin lantas menyindir manuver Refly Harun yang dianggap hanya menguntungkan posisi Joko Widodo secara politis.

Narasi pecah belah yang dibangun dianggap berhasil menggembosi perjuangan yang selama ini dirintis tim advokat.

Bang Refly telah sukses membuat seluruh tim advokat kami marah dan menggembosi perjuangan dengan narasi pecah belah.

Dalam konteks ini, tentulah Saudara Joko Widodo akan sangat berterima kasih kepada Bang Refly, pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung