Berita, Nasional

Ahmad Ali Sebut Gibran Kompetitor Kuat dan Ungkap Kaesang Disiapkan PSI Menuju Pilpres

Repelita.net

07 October 2026 21:42 WIB • 105 view

Ahmad Ali Sebut Gibran Kompetitor Kuat dan Ungkap Kaesang Disiapkan PSI Menuju Pilpres
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Peta kekuatan politik nasional menjelang kontestasi pemilihan presiden masa depan mulai memunculkan sejumlah nama baru dari lingkaran kekuasaan terdekat.

Peluang besar tersebut diungkapkan oleh petinggi Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali saat membahas proyeksi kandidat kuat untuk pemilu mendatang.

ADVERTISEMENT

Dalam pemaparannya melalui siniar digital, Ahmad Ali menyebut nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu figur potensial yang patut diperhitungkan.

Ia menilai rekam jejak kepemimpinan eksekutif yang dimiliki Gibran sejauh ini menjadi modal elektoral yang sulit ditandingi oleh figur lain di bursa nasional.

"(Gibran) Bisa menjadi kompetitor. Kompetitor yang cukup kuat menurut saya. Kalau saya sih sederhana saja, emang ada calon presiden lebih baik daripada Gibran?" ujar Ahmad Ali dalam keterangannya yang dipublikasikan pada hari Rabu, 7 Oktober 2026.

Politisi senior tersebut merinci bahwa pengalaman memimpin daerah sebagai kepala pemerintahan hingga menduduki kursi orang nomor dua negara memberikan keunggulan tersendiri.

"Emang dari nama-nama yang disebut, ada enggak yang pernah punya pengalaman jadi wali kota? Artinya dari mereka-mereka itu belum ada yang pernah dipilih oleh rakyat," lanjut Ali.

Selain Gibran, ia juga membeberkan bahwa partainya turut mempersiapkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Kaesang Pangarep sebagai bagian dari investasi jangka panjang kepemimpinan nasional.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa wacana tersebut belum menjadi keputusan definitif karena dinamika politik masih terus berjalan secara cair.

"Siapa tahu ketum kita (PSI) ini 10 tahun yang akan datang jadi presiden kita. Siapa tahu," ungkapnya.

Ia menyadari bahwa kesiapan individu serta suratan takdir politik akan menentukan arah perjalanan kedua tokoh muda tersebut ke depan.

"Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan. Hari ini belum tentu mau, dipaksa juga dia tidak mau. Namun, kalau takdir Allah yang menentukan, siapa yang mau tolak?" tambahnya.

Pernyataan terbuka tersebut memperlihatkan bagaimana partai pendukung mulai memetakan strategi kaderisasi dari keluarga mantan presiden untuk horizon politik jangka pendek maupun jangka panjang.

Kombinasi pengalaman birokrasi pemerintahan dan kepemimpinan partai politik menempatkan kedua figur bersaudara itu dalam radar utama bursa kepemimpinan masa depan.

Hal tersebut sekaligus menandai dimulainya percaturan opini publik di kalangan elite partai dalam membaca arah dukungan politik menuju perhelatan akbar berikutnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung