Berita, Nasional

Adhyaksa Dault Murka, Sebut Tiyo Ardianto Kelewatan Menghina Presiden dan Minta Jaga Etika Kritik

Repelita.net

14 June 2026 15:21 WIB • 1,114 view

Adhyaksa Dault Murka, Sebut Tiyo Ardianto Kelewatan Menghina Presiden dan Minta Jaga Etika Kritik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Adhyaksa Dault, meluapkan kemarahannya terhadap mantan Ketua KM BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang dianggap telah melampaui batas dalam mengkritik Presiden Prabowo Subianto.

Ketegangan ini bermula ketika Adhyaksa menyaksikan rekaman video viral yang menampilkan Tiyo menggunakan perumamaan kurang pantas saat menyentuh kepala negara.

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Minggu, 14 Juni 2026, Adhyaksa menegaskan bahwa sebagai sesama mantan mahasiswa aktivisme, ia sangat menyayangkan tuturan kata Tiyo.

"Astagfirullah. Lima tahun saya menteri, sebelumnya saya KNPI, sebelumnya HMI, sebelumnya saya seperti kamu sama saya Ketua Senat mahasiswa kamu ketua BEM kan, tapi saya belum pernah kasih statement, walaupun 10 tahun saya tidak suka dengan kebijakan Jokowi saya tidak pernah berkata kasar seperti kamu, dan saya belum pernah mendengar berkata kasar seperti kamu terhadap kepala negara."

Adhyaksa secara tegas meminta agar Tiyo menjaga etika dalam menyampaikan pendapat, meskipun memiliki perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah.

"Itu luar biasa kamu nauzubillah, kenapa kamu ngomong begitu, gak boleh kayak gitu yah."

Tokoh senior ini mengaku awalnya sempat menaruh simpati terhadap Tiyo karena keberaniannya menyoroti berbagai isu strategi seperti harga bahan pokok dan kebijakan ekonomi.

Namun, sikap Tiyo yang menggunakan analogi berbicara terhadap Presiden Prabowo membuat Adhyaksa berbalik arah dan memberikan teguran keras.

"Kasihan kamu, pada mulanya saya simpati. Kritik pemerintah ok, kita meng-kita-kan jangan meng-kau-kan ok. Tapi ini sudah kelewatan kamu menghina kepala daerah."

Ia kemudian mengajak Tiyo untuk memikirkan bagaimana perasaan seorang anak jika orang tuanya mendapat perlakuan serupa dari pihak lain.

"Coba bapak kalaumu digitukan sama orang sakit hati gak kamu ? sakit hati gak bapakmu ? Jangan, pak Prabowo tuh orang tua, senior, seumuran dengan bapak saya barangkali."

Adhyaksa memastikan bahwa teguran yang ia sampaikan murni muncul dari kegelisahan pribadinya tanpa ada paksaan atau dukungan dari kelompok mana pun.

“Dari suara hati saya sendiri,” tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung