Berita, Nasional

60 Ribu Calon Mahasiswa Gagal Kuliah Akibat Biaya, Gus Hilmi Singgung MBG: Banyak Mubazir dan Jadi Ladang Korupsi

Repelita.net

27 June 2026 22:53 WIB • 711 view

60 Ribu Calon Mahasiswa Gagal Kuliah Akibat Biaya, Gus Hilmi Singgung MBG: Banyak Mubazir dan Jadi Ladang Korupsi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sebanyak 60 ribu calon mahasiswa dilaporkan tidak melakukan daftar ulang meskipun telah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes, sebuah fenomena yang memicu kritik tajam terhadap prioritas kebijakan anggaran pemerintah.

Cendekiawan Nahdlatul Ulama, Gus Hilmi Firdausi, menyoroti bahwa tingginya angka beasiswa diri tersebut sebagian besar dipicu oleh kendala biaya pendidikan yang tidak terjangkau bagi sebagian keluarga.

ADVERTISEMENT

“Ada lebih dari 60 ribu calon mahasiswa yang lulus SNBT, tetapi tidak mendaftar ulang,” ujar Gus Hilmi, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih serius memfasilitasi akses pendidikan tinggi bagi calon siswa yang kurang mampu dibandingkan menghamburkan anggaran untuk program yang dianggap kurang esensial.

“Ini seharusnya memikirkan pemerintah, bukan hanya sibuk mengurus makan siswa sekali,” imbuhnya membandingkan kondisi tersebut dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Gus Hilmi menilai program makan tersebut rentan terhadap pemborosan dan penyimpangan, sementara mahasiswa yang gagal kuliah akan kehilangan kesempatan emas masa depan.

“Siswa yang tidak mendapat MBG pun tidak akan kelaparan Pak. Namun, calon mahasiswa yang tidak memiliki biaya dipastikan gagal kuliah di PTN impiannya. Ironisnya bangsaku,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Komisi X DPR RI mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk segera menelusuri penyebab utama fenomena kursi kosong di berbagai perguruan tinggi negeri.

Anggota Komisi X, Sofyan Tan, memandang faktor finansial sebagai masalah paling mendesak yang harus diselesaikan, terutama bagi siswa yang belum menerima bantuan KIP Kuliah.

Selain masalah ekonomi, ditemukan pula kesalahpahaman di masyarakat mengenai jalur prestasi yang sering dianggap menjamin biaya kuliah murah atau gratis, padahal penetapan UKT tetap disesuaikan dengan profil ekonomi keluarga.

Pemerintah kini dituntut untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta survei valid guna menyusun kebijakan penerimaan mahasiswa baru yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung