Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Operasi Rahasia: Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, Dibawa ke Moskow atas Permintaan Putin

Gabungan visual Iran-Rusia

Repelita Moskow - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan saat ini berada di Moskow dalam sebuah operasi rahasia setelah ia diangkut menggunakan pesawat militer Rusia atas permintaan pribadi Presiden Vladimir Putin untuk menjalani perawatan medis.

Surat kabar Kuwait Al-Jarida sebagaimana dilansir The Ukrainian Review melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei dibawa keluar dari Iran menggunakan pesawat militer Rusia sebagai bagian dari operasi rahasia karena kondisi kesehatannya dan kekhawatiran tentang keamanannya di tengah perang dengan Israel dan Amerika Serikat.

Menurut seorang pejabat senior yang dekat dengan kepemimpinan Iran, Putin secara pribadi mengusulkan perawatan Khamenei di Rusia dan menyampaikan tawaran tersebut selama percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis 12 Maret 2026.

Para pejabat Iran termasuk Khamenei menerima usulan tersebut dan pada malam harinya ia diangkut ke Moskow untuk menerima bantuan medis dari dokter Rusia dan Iran yang mendampinginya.

Setelah tiba di Rusia, Khamenei dilaporkan menjalani operasi dan ia sekarang menerima perawatan di rumah sakit swasta yang terletak di dekat kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin.

Khamenei terluka pada 28 Februari selama serangan pertama AS dan Israel di Iran yang juga menewaskan ayahnya Ali Khamenei bersama sejumlah anggota keluarganya.

Menurut sumber tersebut, tidak mungkin untuk memastikan kondisi perawatan yang aman bagi Pemimpin Tertinggi di dalam Iran karena kekhawatiran bahwa Israel bermaksud untuk terus menargetkan pemimpin baru tersebut.

Layanan keamanan Iran juga menjadi khawatir dengan kebocoran informasi tentang lokasi Khamenei karena para spesialis yang merawatnya dilaporkan juga berpotensi menjadi sasaran intelijen musuh.

Akibatnya, para pejabat Iran memutuskan untuk memindahkan pemimpin tersebut ke Moskow untuk perawatan yang lebih aman dan memadai atas permintaan langsung Putin.

Intelijen Israel percaya bahwa cedera Khamenei mungkin lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya namun Tel Aviv tidak memiliki informasi yang dikonfirmasi bahwa ia telah meninggalkan Iran.

Pada 4 Maret, Al Jarida melaporkan bahwa Khamenei mengalami cedera di sisi kiri tubuhnya, dari kepala hingga kaki akibat reruntuhan bangunan saat serangan.

Menurut laporan tersebut, pecahan peluru jatuh di dekatnya, bukan langsung mengenainya sehingga ia masih bisa selamat meski mengalami luka serius yang membutuhkan perawatan intensif.

Seorang sumber Iran yang dekat dengan kalangan reformis mengatakan kepada Al Jarida bahwa ada kecurigaan besar pidato pertama Mojtaba ditulis oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani karena kalimatnya identik dengan pernyataan-pernyataan Larijani sebelumnya.

Menurut sumber tersebut, Mojtaba bahkan tidak diberitahu tentang pidato itu dan ketidakhadirannya serta tidak adanya rekaman audio semakin memperkuat kecurigaan ini.

Seorang pejabat Iran yang berbicara dari dalam negeri kepada The Telegraph mengatakan tidak ada yang tahu tentang Mojtaba, apakah dia hidup atau mati atau seberapa parah lukanya, dan ia tidak memiliki kendali atas perang karena tidak berada di Iran.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar saat ditanya mengenai laporan bahwa Mojtaba menjalani perawatan di Rusia dengan mengatakan "kami tidak mengomentari laporan semacam itu."

Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa pemimpin baru tersebut terluka dalam serangan namun menolak mengungkapkan keberadaannya sambil mengatakan kondisinya baik-baik saja dan semuanya terkendali.

Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi oleh Majelis Pakar pada 8 Maret 2026 menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.

Pernyataan perdananya sebagai pemimpin tertinggi dibacakan oleh pembawa berita televisi pemerintah pada Kamis 12 Maret 2026 tanpa menampilkan sosoknya di hadapan publik memicu spekulasi tentang kondisinya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam konferensi pers mengatakan Iran memiliki banyak kamera dan alat perekam namun pernyataan pertama Mojtaba justru dibacakan presenter televisi tanpa menampilkan sosoknya.

Hegseth juga meragukan kemampuan Mojtaba untuk memimpin dengan menyebutnya sebagai buronan yang terluka dan tidak memiliki legitimasi di mata rakyat Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah klaim AS dengan mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi dan semuanya terkendali serta ia menjalankan tugasnya sesuai konstitusi.

Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan NBC News mengatakan ia bahkan mendengar kabar Mojtaba mungkin telah meninggal meskipun belum ada bukti yang dapat dikonfirmasi.

"Saya bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup. Sampai sekarang tidak ada yang bisa menunjukkannya," kata Trump.

Kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Mojtaba terus diuji dengan ketidakhadirannya di ruang publik selama lebih dari satu minggu sejak diangkat.

Para analis menilai bahwa situasi ini dapat mempengaruhi stabilitas politik Iran di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi yang semakin kompleks sambil menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai kondisi pemimpin tertinggi mereka yang disebut dibawa ke Moskow atas permintaan Putin dalam operasi rahasia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved