Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Budayawan Hasyim Muhammad Soroti Dinamika PBNU: Merebut dan Mempertahankan Jabatan Bukan Ajaran NU

Gambar

Repelita Mojokerto - Penulis dan budayawan Hasyim Muhammad memberikan tanggapan terkait dinamika internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Ia menyoroti perdebatan yang terjadi belakangan ini seputar isu pemakzulan dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Menurut pengamatannya, dinamika yang terjadi justru menimbulkan kesan adanya perebutan kursi jabatan.

Kesan tersebut dinilainya sangat jauh dari nilai-nilai luhur yang selama ini diajarkan dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

Hasyim Muhammad menyatakan secara tegas bahwa dirinya kurang setuju dengan wacana pemakzulan yang berkembang.

Apa yang tampak dari luar oleh masyarakat umum hanyalah upaya untuk merebut jabatan Ketua Umum PBNU saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikannya melalui akun media sosial X pada hari Senin tanggal dua Desember dua ribu dua puluh lima.

Meski demikian, ia juga menyampaikan ketidaksetujuan terhadap sikap Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Apabila Gus Yahya terlalu bersikeras untuk mempertahankan posisinya, hal itu juga dinilai kurang tepat.

Hasyim menegaskan bahwa organisasi Nahdlatul Ulama bukanlah wadah untuk memperjuangkan kekuasaan duniawi.

Pengetahuan tersebut diperolehnya secara langsung dari sang ayah yang juga merupakan bagian dari tradisi NU.

Ayahnya mengajarkan bahwa NU bukan organisasi duniawi tempat orang-orang berebut untuk menjadi pimpinan.

Seorang kader Nahdlatul Ulama semestinya memiliki kesiapan penuh ketika ditunjuk untuk menjalankan suatu amanah.

Di sisi lain, ia juga harus memiliki keikhlasan yang tulus ketika diminta untuk mengembalikan amanah tersebut.

Apabila diutus untuk menjadi pimpinan maka tugas itu harus dijalani dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

Namun ketika diminta untuk mengembalikan amanah tersebut, seorang kader harus rela melepaskannya tanpa beban.

Sikap mempertahankan jabatan dengan segala cara dinilai tidak sejalan dengan ajaran organisasi yang diyakininya.

Demikian pula dengan sikap merebut jabatan yang justru menunjukkan ketidakikhlasan dalam berorganisasi.

Hasyim Muhammad menandaskan bahwa merebut dan mempertahankan jabatan bukanlah ajaran Nahdlatul Ulama.

Organisasi ini dibangun di atas nilai-nilai keluhuran, kerendahan hati, dan pengabdian kepada masyarakat.

Setiap perselisihan internal seharusnya diselesaikan dengan cara-cara yang santun dan penuh hikmah.

Musyawarah untuk mencapai mufakat harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat.

Kader NU diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat.

Fokus organisasi seharusnya tetap pada penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah Islam.

Kepemimpinan dalam NU sejatinya adalah amanah yang berat, bukan jabatan yang diidam-idamkan untuk direbut.

Setiap pengurus harus mengedepankan kepentingan umat dan organisasi di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Nilai-nilai keikhlasan dan ketawadhu'an harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan.

Sejarah panjang Nahdlatul Ulama telah membuktikan ketahanan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kearifan lokal dan spiritualitas menjadi ciri khas yang membedakan NU dengan organisasi lainnya.

Pergantian kepemimpinan seharusnya berjalan secara alami dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

Proses regenerasi harus dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak yang berkepanjangan.

Masa depan Nahdlatul Ulama sangat bergantung pada kemampuan menjaga nilai-nilai dasar organisasi.

Semua pihak didorong untuk dapat menjaga marwah organisasi dengan sikap yang bijaksana.

Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar asalkan disikapi dengan dewasa dan penuh tanggung jawab.

Dialog konstruktif harus terus dibangun untuk mencari solusi terbaik bagi kemajuan organisasi.

Nahdlatul Ulama sebagai rumah besar umat Islam Indonesia harus tetap menjadi simbol persatuan.

Kiprah organisasi di tingkat nasional dan internasional harus terus ditingkatkan tanpa terpecah belah.

Semua elemen di dalamnya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan organisasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved