Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Presiden Prabowo Hanya Anggap Gus Miftah Salah Ucap, Ini Pernyataan Lengkapnya di Istana Negara

 Presiden Prabowo Subianto anggaP Gus Miftah salah ucaP dan sebut Pengunduran dirinya sikaP ksatria. (net)

Prabowo Sebut Pengunduran Diri Gus Miftah Tindakan Ksatria

Jakarta, 7 Desember 2024 – Presiden Prabowo Subianto menanggapi pengunduran diri Gus Miftah Maulana Habiburrohman sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan setelah pernyataannya yang dianggap menghina penjual es teh dalam ceramahnya di Magelang.

Prabowo menilai tindakan pengunduran diri Gus Miftah sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap ksatria. Dalam video yang beredar di media sosial, Prabowo mengungkapkan bahwa meski ia belum melihat kejadian tersebut secara langsung, pengunduran diri Gus Miftah adalah sebuah langkah bertanggung jawab.

“Saya kira itu adalah tindakan bertanggung jawab,” ujar Prabowo dalam video tersebut.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa Gus Miftah mungkin tidak memiliki niat buruk dalam ucapannya. Menurutnya, Gus Miftah yang sering bergaul dengan masyarakat bawah, mungkin menggunakan bahasa yang tidak tepat, namun tidak bermaksud untuk menghina.

“Saya kenal beliau. Ya mungkin karena beliau bergaul dan sering berceramah di kalangan bawah. Mungkin bahasa beliau, niatnya bukan niat jahat, bukan niat menghina,” ungkap Prabowo.

Meskipun demikian, Gus Miftah menyadari kesalahan yang telah dilakukannya dan bertanggung jawab atas ucapannya.

“Tapi terlepas lah mungkin ya salahlah, salah ucap, beliau sadar beliau salah, beliau bertanggung jawab, beliau mengundurkan diri. Saya kira itu jelas,” kata Presiden.

Prabowo menambahkan bahwa sikap seperti ini jarang ditemukan di Indonesia dan perlu dihargai.

“Saya kira di Indonesia jarang lah ada orang merasa bersalah lalu mengundurkan diri. Kita hargai yang itu,” ujarnya.

Terkait pengganti Gus Miftah, Prabowo mengatakan akan mempertimbangkan masukan dari kalangan ulama dan organisasi keagamaan untuk memilih pengganti yang tepat.

“Nanti kita lihat kalangan yang mengerti masalah ini semua, mungkin nanti mereka akan kasih masukan. Majelis Ulama, kalangan-kalangan dari ormas-ormas keagamaan, dan sebagainya nanti kita minta pendapat dari mereka,” pungkasnya. (*)

Editor: Elok WA R-ID

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved