Berita, Nasional

Zulkifli Ekomei Ragukan Keaslian Ijazah Jokowi dan Sebut Foto yang Dipersoalkan Roy Suryo Cs Bukan Wajah Aslinya

Repelita.net

28 July 2026 20:37 WIB • 514 view

Zulkifli Ekomei Ragukan Keaslian Ijazah Jokowi dan Sebut Foto yang Dipersoalkan Roy Suryo Cs Bukan Wajah Aslinya
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Praktisi kesehatan sekaligus aktivis Zulkifli S. Ekomei turut angkat bicara mengenai polemik keabsahan dokumen akademik yang menyeret mantan pemimpin nasional.

Keraguan mendalam diungkapkan terkait kemiripan visual foto yang tertera pada ijazah kontroversial tersebut dengan wajah asli sang figur publik.

ADVERTISEMENT

Analisis mendalam bersandarkan pada ilmu anatomi kedokteran digunakan sebagai landasan logis untuk mempertanyakan keaslian dokumen itu.

Ijazah yang diributkan itu, yang ada kumisnya, ada kacamatanya, itu bukan fotonya Jokowi presiden itu, ujar Zulkifli.

Penerapan ilmu tentang struktur tulang tengkorak manusia dijelaskan secara rinci guna membuktikan ketidaksesuaian proporsi fisik.

Kalau tadi ngomong osteologi, kranium itu istilahnya, tengkorak itu kan jarak mata, tidak bisa itu dirubah-rubah, ucapnya.

Tindakan bedah estetika dinilai tidak akan pernah mampu merubah bentuk dasar rangka kepala seseorang secara permanen.

Pakai operasi apa, kalau operasi plastik hanya untuk ini ya bisa, tapi kalau posisi jarak mata, terus rahang, tidak mungkin, lanjutnya.

Perjalanan historis pendidikan tinggi yang ditempuh sewaktu memimpin daerah tingkat dua turut dipertanyakan kejelasannya.

Teologi ini ilmu tentang tulang, jadi dia sebetulnya, saya meragukan dia punya ijazah, Zulkifli menuturkan.

Saya meragukan, saya juga nggak tahu perjalanan akademiknya dia ketika di Solo jadi wali kota dia pakai Drs, tambahnya.

Keterangan dari penyelenggara pemilu masa lalu dinilai krusial untuk dimintai kesaksian demi menerangkan kejanggalan administratif tersebut.

Saya juga nggak tahu dia pakai universitas mana, makanya harus jadi saksi itu justru Ketua KPUD Solo, Eko Sulistyo, terangnya.

Perkembangan proses hukum yang melibatkan rekan sesama profesi turut disambut baik dengan rasa penuh syukur.

Saya sih tetap senang ya, eksepsi Tifa diterima.

Maaf karena sebagai teman sesama sejawat, apalagi sama-sama dokter, terangnya.

Harapan besar disematkan agar proses peradilan dapat mengungkap tabir kebenaran secara transparan di hadapan publik luas.

Saya senang lah dia bebas, jadi tersangka gitu kan.

Tapi di sisi lain ini permainan dari mana ini ya, kira-kira ya, sampai Jokowi pasti nggak bisa datang ke pengadilan, sambung dia.

Ketidakhadiran pihak bersangkutan dalam persidangan diyakini menghindari serangkaian pertanyaan krusial yang sulit untuk dijawab.

Saya bisa bayangin kalau dia sampai datang di pengadilan, banyak pertanyaan-pertanyaan yang pasti dia nggak bisa jawab, tandasnya.

Pengalaman empiris semasa mengenyam pendidikan kedokteran digunakan sebagai ilustrasi perbandingan memori masa lalu.

Contohnya sederhana gini, saya, mahasiswa kedokteran, saya di waktu kuliah dipanggil Kiply.

Jokowi kan ada yang ngomong Jack segala itu, kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung