Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial Yusuf Dumdum menyoroti unggahan di akun Instagram resmi milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang sempat membagikan ulang konten mengenai pengemudi ojek online perempuan berkaos lambang PDI Perjuangan.
Sosok pengemudi ojol tersebut diketahui bernama Melva Pardede yang sempat menyita perhatian publik usai aksi protesnya di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
Yusuf mengaku sangat menyayangkan kelalaian dari pengelola akun berstatus tokoh negara tersebut karena dianggap kurang cermat dalam memfilter ulang sebuah konten sebelum dibagikan ke masyarakat luas.
"Akun Resmi IG Jokowi ketahuan repost Hoax Ojol perempuan pakai kaos PDI Perjuangan," ujar Yusuf, dikutip Minggu (30/8/2026).
Ia mengkritik keras tindakan pembaruan status tersebut yang dinilai tidak mencerminkan standar kehati-hatian dari akun jajaran purnatugas pimpinan tertinggi negara.
"Parah sih ini. Akun skelas mantan RI 1, tapi repost akun sampah penyebar Hoax," tambahnya.
Beredarnya muatan informasi itu disinyalir sengaja diorkestrasi demi membentuk opini negatif serta mendiskreditkan partai politik tertentu di ruang publik.
"Jadi semakin kelihatan mengapa termul masif banget sebarkan postingan Hoax ojol pakai baju PDIP," tukasnya.
Kendati demikian, Yusuf menilai gelombang serangan berbasis kabar bohong tersebut justru berpotensi memicu gelombang dukungan dan simpati publik yang lebih besar.
"Ayoo serang terus PDIP Pakai hoax. Bisa jadi rakyat malah makin simpati sama PDIP," ucap Yusuf.
Ia meyakini fakta sebenarnya pada akhirnya akan terungkap dan menepis segala narasi spekulatif yang beredar.
"Kebenaran akan selalu menemukan jalannya," imbuhnya.
Selain narasi tersebut, Yusuf mengimbau warganet untuk menghapus foto perempuan ojol berkaos gambar gajah yang diidentifikasi sebagai hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan.
"Buat yang sebarin perempuan Ojol pakai baju Gajah juga tolong dihapus. Itu juga edian hasil AI," terangnya.
Para pendukung PDI Perjuangan diseru untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan disinformasi serta senantiasa mengedepankan pembuktian berbasis fakta.
"Simpatisan PDIP jangan niru kelakuan termul. Mendingan balas hoax dengan data dan fakta," tandasnya.
Berdasarkan pengamatan terakhir, konten unggahan ulang di akun Instagram Jokowi tersebut terpantau sudah dihapus dan tidak lagi tampak pada dinding profilnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok