Berita, Viral Sosmed

Warganet Soroti MBG: Pedagang Kecil Cepat Ditindak, Kasus Keracunan Ribuan Korban Disebut Tanpa Tersangka

Repelita.net

05 September 2026 20:25 WIB β€’ 390 view

Warganet Soroti MBG: Pedagang Kecil Cepat Ditindak, Kasus Keracunan Ribuan Korban  Disebut Tanpa Tersangka
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perbincangan mengenai penanganan kasus keamanan pangan kembali mencuat setelah unggahan di Threads membandingkan perlakuan terhadap pedagang kecil dengan persoalan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada 5 September 2026, akun @gie.pharells mengunggah cerita mengenai seorang pedagang yang disebut pernah diamankan aparat karena es kue dagangannya dituding berbahaya.

ADVERTISEMENT

"‼️Kasihan kakek ini, dulu ditangkap aparat karena es kue dagangannya dituduh berbahaya. Padahal belum ada anak yang jadi korban. Setelah diuji lab, ternyata es kue dagangan si Bapak aman dikonsumsi.

Bandingkan dengan kasus keracunan MBG. korban sudah ribuan lebih tapi tidak ada yang dijadikan tersangka. Kemana mereka? Giliran orang kecil cepat ditindak .πŸ₯Ί"

Unggahan tersebut kemudian memunculkan perbandingan mengenai respons aparat terhadap dugaan pelanggaran keamanan pangan, khususnya ketika kasus melibatkan masyarakat kecil dan ketika persoalan dikaitkan dengan program pemerintah.

Kolom tanggapan juga dipenuhi komentar warganet yang menyampaikan penilaian masing-masing terhadap perbandingan tersebut, termasuk akun @galang_caksono yang menulis, "Bahkan ES itu lebih aman daripada MBG mereka".

Pemilik unggahan kemudian merespons komentar tersebut dengan pernyataan singkat, "Betul sekali brader.πŸ‘".

Komentar bernada kritik juga datang dari akun @kita57261 yang menulis, "Pemerintah & Aparat Tolol".

Sementara itu, akun @pakelbert memberikan tanggapan dengan bahasa yang lebih keras mengenai persoalan MBG dan dugaan keamanan makanan dalam program tersebut.

"MBG noh beracun Lo pada diem aja setan, kerupuk di bakar juga meleleh tolol, sppg noh bakar, dajjal"

Akun @gie.pharells kembali membalas komentar itu dengan tulisan, "Diam seribu bahasa πŸ˜‡".

Komentar lain datang dari akun @aniipurnamasari_ yang hanya menuliskan, "Najis banget", kemudian mendapat respons dari pemilik unggahan berupa kalimat, "Main tuduh aja, gila gak tuh 😩".

Perdebatan kemudian berlanjut ketika akun @ash_haa_bul_kah_fi mempertanyakan logika di balik dugaan pemalsuan bahan atau produk yang disebut dalam pembahasan tersebut.

"Emang goblok, bahan puding itu lebih murah dari harga gabus, orang bodoh mana memalsukan barang yang lebih mahal dari yang aslinya"

Pemilik unggahan menanggapi komentar itu dengan mengatakan, "Ya gitulahh, kocak emang πŸ˜‡πŸ˜…".

Akun @crackerseater juga ikut menyampaikan kritik dengan komentar singkat, "TAHIK emang mereka", yang kemudian dibalas oleh @gie.pharells dengan tulisan, "Nah betull kan titing , muak kalau gini ."

Perbincangan kembali memanas ketika akun @crackerseater menyampaikan kekhawatiran menggunakan istilah yang berkaitan dengan bahaya biologis.

"Gue beneran nggak habis pikir sih, boleh nggak sih mereka kena bio hazzard. Mereka aja gitu, kita2 nggak."

Komentar tersebut kemudian ditanggapi pemilik unggahan dengan kalimat, "Wkwk boleh aja penting kita gak πŸ˜‚πŸ˜‚".

Rangkaian percakapan itu memperlihatkan bagaimana isu keamanan pangan dan penanganan terhadap dugaan pelanggaran dapat memicu perbandingan di ruang publik, terutama ketika masyarakat menilai adanya perbedaan perlakuan antara pedagang kecil dan persoalan yang berkaitan dengan program berskala besar.

Namun, sejumlah pernyataan dalam kolom komentar merupakan pendapat pribadi pengguna media sosial dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran, kelalaian, maupun kesalahan pihak tertentu dalam pelaksanaan MBG.

Perdebatan tersebut akhirnya berkembang menjadi kritik terhadap cara aparat dan pemerintah menangani isu keamanan pangan, sekaligus menunjukkan tingginya perhatian warganet terhadap dugaan kasus keracunan yang dikaitkan dengan program MBG.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung