Berita, Timur Tengah

[VIRAL] Warga Riyadh Bantah Isu Kelangkaan Pangan Akibat Konflik Regional di Arab Saudi

Repelita.net

18 October 2026 15:14 WIB • 100 view

[VIRAL] Warga Riyadh Bantah Isu Kelangkaan Pangan Akibat Konflik Regional di Arab Saudi
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah kabar burung mengenai kelangkaan persediaan logistik pangan di wilayah Timur Tengah memicu reaksi keras serta klarifikasi langsung dari warga setempat.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @lispokedelima pada tanggal 17 Oktober 2026 yang menyebarkan cuplikan video mengenai kepanikan belanja warga di pusat perbelanjaan.

Unggahan itu menyebarkan kepanikan dengan menuliskan teks "Laporan yang beredar daring tampaknya menunjukkan kerumunan orang berkumpul di supermarket di Arab Saudi untuk menimbun barang-barang kebutuhan pokok, memicu kekhawatiran tentang kemungkinan kelangkaan dan kenaikan harga. Rekaman video tersebut telah dikaitkan dengan ketegangan regional dan konflik yang melibatkan Yaman. Namun, skala kelangkaan dan penyebab yang dilaporkan belum diverifikasi secara independen. Bisakah konflik regional memicu krisis biaya hidup yang lebih luas?" di ruang digital.

Klaim sepihak mengenai imbas eskalasi konflik bersenjata tersebut langsung dibantah oleh para ekspatriat dan penduduk lokal yang menetap di sana.

Warganet dengan akun @dimitris_dimopoulos_66 menegaskan ketidakabsahan konten tersebut melalui komentar singkat "100% berita bohong" secara terbuka.

Kesaksian mengenai situasi kondusif di ibu kota negara tersebut turut disampaikan oleh warga asing guna mematahkan isu miring yang beredar.

Akun @mraheelchhapra ikut meluruskan informasi keliru itu dengan menuliskan "Sangat lucu, ini bohong. Saya tinggal di Riyadh, Arab Saudi dan tidak ada kegilaan seperti itu di sini." di kolom diskusi.

Atmosfer kehidupan normal yang jauh dari suasana mencekam akibat perang juga ditegaskan oleh pengguna platform digital lainnya di wilayah tersebut.

Netizen melalui akun @babymelina.2025 memberikan bantahan dengan menuliskan "Itu tidak benar. Saat ini saya berada di Riyadh dan kehidupan di sini normal, indah seperti di negara mana pun." dalam paruh waktu interaksi.

Pernyataan mengenai standarisasi kenyamanan hidup di wilayah kerajaan tersebut kemudian mendapat tanggapan korektif yang bernada memuji keamanan domestik.

Warganet dengan akun @abukanaaz menyempurnakan testimoni sebelumnya dengan berkomentar "Seperti hari-hari biasanya sebelum ini, bukan seperti negara mana pun, karena beberapa negara lain ada yang hancur karena perang, sangat dilanda kemiskinan, memiliki tingkat kejahatan yang tinggi, atau sangat tidak ramah terhadap praktik-praktik Islam." di ruang publik.

Stigma keliru mengenai latar belakang visual para pelaku dalam video juga turut dibongkar oleh netizen yang jeli melihat perbedaan fisik populasi.

Akun @nadiahaddad2000 menyoroti ketidaksesuaian rekam jejak digital tersebut dengan menuliskan komentar "Orang Arab Saudi tidak segelap itu kulitnya sebagai salah satu bukti." untuk mematahkan klaim video.

Masyarakat setempat mengimbau agar para pembuat konten tidak sengaja menyebarkan kepanikan massal demi mendulang popularitas di media sosial.

Pengguna akun @sejudavis melayangkan protes keras melalui komentar "Kami tinggal di sini dan tidak ada kekurangan pasokan makanan! Jangan menyebarkan kepanikan dan berita bohong!!" sebagai penutup ruang interaksi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung