Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Warga Kelurahan Paya Pasir Desak Wali Kota Medan Copot Lurah Syerly Karena Acuh Saat Banjir

Repelita.net

04 August 2026 00:11 WIB • 404 view

[VIRAL] Warga Kelurahan Paya Pasir Desak Wali Kota Medan Copot Lurah Syerly Karena Acuh Saat Banjir
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kunjungan lapangan pimpinan daerah menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan pelayanan umum.

Persoalan utama yang disuarakan warga berkaitan erat dengan masalah keamanan lingkungan pemukiman.

ADVERTISEMENT

Masyarakat mengungkapkan bahwa fasilitas penerangan jalan yang minim mengakibatkan situasi kawasan terasa tidak aman pada malam hari.

Kondisi rawan tersebut mendorong warga mengambil tindakan swadaya dengan memasang instalasi penerangan menggunakan dana pribadi.

Penyampaian keluhan dilakukan secara langsung kepada kepala daerah dengan harapan ada tindakan nyata perbaikan dari instansi terkait.

Namun rekam tanggapan oknum pimpinan kelurahan saat dialog berlangsung justru memicu perhatian luas publik.

Cuplikan rekaman percakapan yang melibatkan masyarakat setempat pimpinan kota dan aparatur kelurahan beredar luas di platform media sosial.

Masyarakat menyoroti sikap aparatur yang memegang kewajiban utama menjembatani kepentingan warga dengan pemerintah tingkat atas.

Rekam jejak kepemimpinan pejabat kelurahan tersebut sebelumnya juga sempat mendapat gelombang kritik dari warga setempat.

Pada Desember 2025 kelompok masyarakat menggelar aksi penyampaian pendapat di kantor kecamatan area Medan Marelan.

Aksi massa yang didominasi kalangan ibu rumah tangga mendesak Wali Kota Medan segera merestrukturisasi posisi kepemimpinan di Kelurahan Paya Pasir.

Tuntutan penanganan tersebut dilandasi penilaian warga atas minimnya kepedulian aparatur saat musibah banjir melanda pemukiman.

Warga mempertanyakan keberadaan pejabat pimpinan wilayah yang tidak hadir mendampingi masyarakat di lokasi terdampak air bah.

Selain itu terdapat keluhan warga terkait adanya ucapan bernada penekanan berupa ancaman penghentian penyaluran bantuan sosial.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung