Repelita Jakarta - Wacana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita yang disinyalir oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan langsung membuatnya menjadi sasaran rujakan warganet di berbagai platform media sosial .
Zulhas memberikan sinyal akan adanya kenaikan harga Minyakita usai menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (22/4/2026) .
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan bahwa sekitar 132 juta liter minyak goreng dialihkan untuk bantuan kepada 33 juta keluarga penerima manfaat sehingga stok di pasar tradisional menurun drastis .
Meskipun bahan baku dan produksi disebut dalam kondisi aman, harga di lapangan tetap naik melampaui HET dan bahkan terjadi kelangkaan di sejumlah daerah .
Publik pun menyoroti kebijakan ini dengan nada tajam, terutama karena Indonesia dikenal sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia .
Akun @ismaiiil.marzukii menulis dengan nada kesal, "AKIBAT SALAH KELOLA NEGARA MIRIS SAWIT MELIMPAH MALAH HARGA MINYAK GORENG NAIK 'SALAM AKAL SEHAT'" .
Akun @emanmangu menimpali, "Minyak sawit kita berlimpah ruah, setiap daerah punya perkebunan sawit, knp bisa harga mahal karena pemerintah kita memperkaya diri, g mikirin rakyat" .
Akun @papiindra1980 juga mempertanyakan, "Minyak sawit milik kita, koq harganya malah tidak bisa dipertahankan" .
Kenaikan harga Minyakita dinilai bakal menekan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling rentan terhadap gejolak harga kebutuhan pokok .
Jika masyarakat terpaksa menahan belanja di luar kebutuhan pokok, maka perputaran ekonomi akan melambat dan berdampak pada penerimaan negara termasuk APBN .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok