Berita, Nasional

[VIRAL] Viral Nusron Wahid Diduga Terseret Kasus Suap HGB Berjalan Lemes, Yang Selama Ini Selalu Tampil Tegap Dan Gagah Menuju Mobil Penjemputan

Repelita.net

19 October 2026 16:44 WIB β€’ 191 view

[VIRAL] Viral Nusron Wahid Diduga Terseret Kasus Suap HGB Berjalan Lemes, Yang Selama Ini Selalu Tampil Tegap Dan Gagah Menuju Mobil Penjemputan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Langkah penegakan hukum secara paksa dilaporkan tengah menyasar jajaran pejabat tinggi kementerian negara menyusul mencuatnya dugaan keterlibatan dalam kasus penyuapan hak guna bangunan.

ADVERTISEMENT

Proses pengamanan serta eksekusi penahanan terhadap oknum birokrat tersebut memicu lahirnya berbagai spekulasi tajam dari kalangan netizen di ruang digital.

Keterangan tertulis mengenai momentum penindakan perkara korupsi tersebut dibagikan secara luas melalui unggahan terbaru dari akun @maroef_irfhany.

"Terpantau berjalan lemes, Nusron Wahid yang selama ini selalu tampil tegap dan gagah, akhirnya berjalan gontai digiring menuju mobil penjemputan" tulis akun @maroef_irfhany.

Ia mengutarakan adanya ekspektasi serta desakan moral yang kuat dari publik agar institusi penegak hukum bersikap transparan dalam memperlihatkan status penahanan tersangka.

"Rakyat masih menunggu sembari berharap bisa melihat tangannya diborgol memakai rompi kuning menuju kendaraan tahanan" sambung akun @maroef_irfhany.

Kemunculan kiriman tersebut seketika mengundang gelombang reaksi kemarahan serta ulasan bernada kecaman dari warganet di kolom komentar.

Sebagian netizen menyayangkan adanya perlakuan istimewa dalam hal fasilitas akomodasi penjemputan perkara korporasi yang dinilai berbanding terbalik dengan pelaku tindak pidana kecil.

"Enak banget ya penjahat dijemput denza, coba klo maling ayam udh digebukin sampe bonyok itu" tulis akun @al_abdad.

Tanggapan bernada pembenaran mengenai adanya ketimpangan status sosial dalam proses penanganan hukum di tanah air ikut dilayangkan oleh pengguna internet lainnya.

"Beda kasta itu bang" tulis akun @edyhindratno.

Label negatif serta ungkapan kekesalan mendalam turut disematkan oleh warga net atas terbongkarnya praktik penyalahgunaan wewenang administrasi agraria tersebut.

"Si "MONYONG" ternyata Maling 🀣🀣...πŸ‘πŸ‘πŸ‘" tulis akun @blacksweetsam.

Warganet lainnya meluapkan rasa syukur lantaran meyakini penindakan ini menjadi jawaban atas penderitaan masyarakat kecil yang hak kepemilikan tanahnya sempat dirampas sepihak.

"Alhamdulilah yg suka hati ngambil tanah rakyat" tulis akun @ratnadewi595.

Kritik tajam mengenai adanya standar ganda dalam standardisasi protokoler pemborgolan tahanan korupsi ikut diutarakan pengguna media sosial dengan membandingkannya pada kasus pejabat lain.

"Kok berbeda penangan pada kasus Tom Lembong dan Nadiem Makarim yang ditangkap dengan tangan terborgol." tulis akun @ptrezekilimasaudara.

Sindiran pedas yang mengarah pada penurunan kondisi fisik serta mental tersangka saat menghadapi sergapan petugas peradilan juga ikut diuraikan netizen.

"nuseron purnomo πŸ‘ˆπŸ‘€ [ bukan nuseron wahid ] lemes dengkul nya setelah di cokok jembuuut paksa πŸ‘ˆπŸ‘€πŸ‘Ί...πŸ‘‡πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘Ž" tulis akun @buddysusetyo.

Pengguna internet lainnya menyoroti kegagalan implementasi program sertifikasi pemetaan wilayah di daerah yang dituding sebagai kedok hukum untuk memuluskan kepentingan tertentu.

"Kasian deh lo..di daerah buat program floating sertifikat ntah apa maksudnya..rasakan suka2nya buat hukum sendiri" tulis akun @nurasiagorga1611.

Ulasan bernada cemoohan tersebut ditutup dengan pembongkaran rekam jejak perselisihan agraria di berbagai wilayah penyangga ibu kota yang diduga melibatkan peran perantara mafia tanah.

"Dari kasus pagar laut sampai masalah tanah bogor, dasar ajeng kelakuan perampok" tulis akun @timorsabu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok











View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung