Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Video Camat vs BNPB, Pemkab Bantah Ada Penekanan Bantuan Gempa

Repelita.net

24 August 2026 17:30 WIB • 441 view

[VIRAL] Video Camat vs BNPB, Pemkab Bantah Ada Penekanan Bantuan Gempa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Rekaman video yang menampilkan perdebatan antara Camat Lamba Leda Utara Agus Supratman dengan petugas BNPB viral di media sosial.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, membantah tuduhan adanya penekanan terhadap sang camat terkait penyaluran bantuan gempa.

ADVERTISEMENT

Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Syukur menyatakan pemerintah daerah telah menelusuri secara langsung dinamika yang terjadi di lapangan.

Ia menegaskan kehadiran petugas BNPB murni untuk memastikan bantuan logistik sampai kepada masyarakat penikmat bantuan.

"BNPB hadir hanya untuk memastikan bantuan logistik sampai ke warga terdampak bencana. Bukan menekan seperti yang disampaikan camat," kata Tarsisius, Senin (24/8/2026).

Alur pendistribusian logistik diawali dari posko utama yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Manggarai Timur.

Bantuan kemudian dikirim secara berjenjang menuju 12 kecamatan yang terdampak bencana gempa bumi.

"Kita ada 12 kecamatan, wajib mendroping logistik kepada masyarakat yang kena dampak," ujar Tarsisius.

Pemkab telah membentuk tim khusus yang bertugas mengangkut barang dari posko utama hingga ke posko kecamatan.

Penandatanganan berita acara merupakan kewajiban administrasi saat penyerahan logistik dilakukan.

"Tim itu yang kemudian meminta untuk menandatangani berita acara ketika memberi bantuan untuk masyarakat," katanya.

Pemerintah daerah menepis narasi kekerasan atau penekanan administrasi dalam proses penyerahan dokumen tersebut.

"Sehingga apa me reka katakan oleh camat (Lamba Leda Utara) bahwa dia ditekan oleh BNPB, itu tidak benar," tegas Tarsisius.

Dalam video berdurasi 6 menit 15 detik, Agus Supratman sempat menyampaikan kekecewaan mendalam kepada petugas.

"Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak," kata Agus dalam video.

Ia merasa terbebani karena harus membagi logistik ke 11 desa yang terdampak.

"Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya," ujarnya.

Tarsisius mengimbau publik untuk tidak memanfaatkan rekaman video tersebut hingga meruncingkan situasi daerah.

"Kami berharap bahwa video ini tidak boleh dipakai untuk sesuatu hal untuk meruncing situasi yang tidak benar di Kabupaten Manggarai Timur," ucapnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung