Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tiyo Ardianto Sebut Penangkapan Pimpinan BGN Bukti Kritiknya Benar, Program MBG Disorot Kembali

Repelita.net

06 June 2026 19:29 WIB • 1,133 view

[VIRAL] Tiyo Ardianto Sebut Penangkapan Pimpinan BGN Bukti Kritiknya Benar, Program MBG Disorot Kembali
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penangkapan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional oleh Kejaksaan Agung atas dugaan tindak pidana korupsi mendapat sorotan tajam dari mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Dalam tanggapannya, Tiyo menilai penangkapan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, yakni Irjen Pol Sony Sanjaya dan Letjen TNI Lodewyk Pusung, merupakan bukti nyata atas kritik yang selama ini ia suarakan terkait program Makan Bergizi Gratis.

ADVERTISEMENT

Menurut Tiyo, terungkapnya praktik rasuah di jajaran pimpinan lembaga tersebut menjadi legitimasi baginya untuk menyebut program tersebut sebagai proyek bermasalah.

"Kepala dari lembaga yang berkali-kali kita kritik ditangkap oleh Kejaksaan Agung. Kepala BGN Badan Gizi Nasional. Yang akhirnya kalau kepalanya saja sudah maling berarti bukan badan gizi tapi Badan Garong Nasional," ujar Tiyo.

Ia menambahkan bahwa sejak awal intensi dari program tersebut patut dipertanyakan, bahkan ia sempat melabeli program tersebut dengan sebutan lain.

"Dan jelas bahwa apa yang kita sebutkan berkali-kali itu tidak salah. Kita sebut bahwa MBG ini bukan makan bergizi gratis tapi Maling Berkedok Gizi," tegasnya.

Tiyo secara khusus menyinggung pengalamannya saat berhadapan dengan salah satu tersangka, Sony Sanjaya, ketika ia mengkritik kebijakan tersebut di masa lalu.

"Beliau itu sempat mengatai saya ‘monyet’ ketika saya mengeritik MBG. Dan terima kasih Pak Sony dan selamat untuk memproses nasibnya yang baru. Semoga tidak kedinginan kalau di ruang-ruang tahanan nanti," tuturnya.

Meski mengapresiasi langkah penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung, Tiyo mengingatkan publik untuk tetap bersikap kritis terhadap proses yang sedang berjalan.

Ia khawatir penangkapan ini hanya menjadi langkah penumbalan atau pengkambinghitaman jika tidak dibarengi dengan perbaikan sistem akuntabilitas anggaran yang mendasar pada program tersebut.

Tiyo berargumen bahwa sejak awal desain program MBG tidak relevan dengan tujuan penanganan stunting yang ia yakini seharusnya difokuskan pada balita di bawah lima tahun.

"Kalau orang sudah SD, SMP, SMA usianya jauh daripada 5 tahun. Yang kedua, kalau ini untuk Gizi pun, stunting itu kan angkanya 19 persen. Kenapa yang dikasih itu targetnya adalah 100 persen? Ini adalah tanda bahwa sejak awal intensi daripada MBG adalah Maling Bergedok Gizi," pungkasnya.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung