Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tiga Remaja Tidur Berpelukan di Masjid Pantai Logending Kebumen, Warga Siram Air sebagai Teguran Spontan

Repelita.net

02 April 2026 22:49 WIB • 1,379 view

[VIRAL] Tiga Remaja Tidur Berpelukan di Masjid Pantai Logending Kebumen, Warga Siram Air sebagai Teguran Spontan
Foto: Istimewa

Repelita Kebumen - Sebuah kasus viral mencuat terkait tiga orang remaja yang tertangkap basah sedang tidur berpelukan di dalam area masjid kawasan Pantai Logending, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Peristiwa ini diketahui dari sebuah video yang tersebar luas di media sosial setelah diunggah oleh akun X @Idnextgen.

ADVERTISEMENT

“Sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji sepasang remaja di dalam sebuah mushola menjadi viral di media sosial,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

“Dalam rekaman tersebut, dua sejoli tampak sedang berpelukan di atas karpet tempat ibadah sebelum akhirnya digerebek oleh warga sekitar,” tambah keterangan dari akun yang sama.

Warga yang memergoki aksi tidak pantas dari para muda-mudi tersebut kemudian memberikan teguran langsung di lokasi kejadian tanpa menunggu aparat datang.

Dari video yang beredar, terlihat warga memberikan teguran dengan cara menyiramkan air ke arah pasangan muda-mudi yang sedang tidur mesra di dalam masjid tersebut.

Tindakan tegas ini diketahui sebagai respons spontan dari warga yang merasa geram karena aksi para remaja tersebut dinilai telah menodai kesucian rumah ibadah.

“Sebagai bentuk teguran spontan seorang pria dewasa terlihat menyiramkan seember air ke arah kedua remaja tersebut. Tindakan tegas ini dilakukan warga karena merasa geram dengan perilaku para pelaku yang dianggap telah menodai kesucian rumah ibadah,” jelas narasi dalam unggahan tersebut.

“Setelah disiram, kedua remaja tersebut tampak terkejut dan segera menghentikan perbuatannya. Pihak pengurus mushola dikabarkan telah mengamankan keduanya untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan diberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” lanjut keterangan akun X tersebut.

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat, ketiga remaja tersebut berasal dari wilayah yang berbeda di Kabupaten Kebumen.

Mereka adalah DS dari Desa Redisari yang berada di Kecamatan Rowokele, LAB dari Desa Karangduwur di Kecamatan Ayah, serta AAS dari Desa Argosari yang juga berada di Kecamatan Ayah.

Polisi memastikan bahwa tidak ada indikasi penggunaan minuman keras atau alkohol saat kejadian berlangsung di dalam masjid tersebut.

Sebagai bagian dari proses pembinaan, ketiga remaja tersebut dikenai kewajiban untuk melapor secara berkala kepada pihak kepolisian.

Langkah pembinaan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan yang ketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali di tempat ibadah maupun fasilitas umum lainnya di masa mendatang.

“Ya, nanti ya wajib lapor, usahakan dua kalilah, saya bina, saya awasilah,” ungkap Kapolsek Ayah, AKP Diyono, kepada awak media.

Terkait aksi kontroversial ini, pihak keluarga dari para muda-mudi tersebut diketahui berakhir dengan perdamaian usai dilakukan mediasi antara warga dan para pelaku.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa langkah mediasi ini diambil karena para remaja tersebut menunjukkan tidak adanya unsur tindak pidana dalam kejadian yang viral tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung