Repelita [Jakarta] - Isu viral tangisan seorang anak perempuan sekolah dasar atas kepergian sang ayah akibat amuk massa menuai perhatian luas.
Bocah cilik asal pulau dewata tersebut tertangkap kamera menangis histeris di dekat jenazah ayahnya yang meregang nyawa karena dugaan pencurian hewan.
ADVERTISEMENT
Kepala desa setempat menyampaikan rasa duka mendalam serta mengecam tindakan brutal warga yang menghakimi korban secara sepihak tanpa proses peradilan.
Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang, ujar Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama.
Pemerintah daerah langsung bergerak cepat menurunkan tim dinas sosial demi menjamin keberlangsungan masa depan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.
Kecaman keras turut dilayangkan oleh perwakilan kementerian bidang hak asasi manusia wilayah bali terhadap aksi kekerasan massal tersebut.
Pihak kepolisian resort setempat bergerak sigap dan menetapkan sejumlah warga sebagai tersangka pengeroyokan maut.
Proses hukum terus berjalan dengan memeriksa belasan saksi serta mengamankan barang bukti terkait insiden berdarah di daerah dataran tinggi tersebut.
Bantuan moral maupun materiil mengalir deras dari berbagai tokoh publik nasional yang merasa iba melihat nasib malang keluarga korban.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok