Berita, Nasional

[VIRAL] Sirine Darurat Plengkung Gading Yogyakarta Mendadak Bunyi Polisi Duga Akibat Korsleting Listrik

Repelita.net

25 October 2026 14:22 WIB • 103 view

[VIRAL] Sirine Darurat Plengkung Gading Yogyakarta Mendadak Bunyi Polisi Duga Akibat Korsleting Listrik
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Lapisan masyarakat di wilayah Kota Yogyakarta sempat dikejutkan oleh adanya bunyi sirine alias alat gaung tanda bahaya darurat yang secara mendadak aktif dari area Plengkung Nirbaya.

ADVERTISEMENT

Suara berkekuatan nyaring yang bersumber dari kawasan bangunan cagar budaya yang juga dikenal dengan sebutan Plengkung Gading tersebut dilaporkan berbunyi pada hari Sabtu malam tanggal 24 Oktober 2026.

Dampak dari kemunculan raungan bunyi keras dengan durasi waktu yang terhitung cukup lama tersebut spontan memicu kepanikan serta tanda tanya besar dari kalangan warga sekitar.

Berdasarkan data penuturan saksi mata, instrumen peringatan dini yang terpasang di Jalan Gading, Kemantren Kraton tersebut terpantau mulai berdengung pada pukul 21.08 WIB.

Info dong teman-teman ada yang dengar suara sirine katak early warning (peringatan darurat)? Di Kota Jogja terdengar jelas lumayanan lama, tulis warga bernama Ken Fitri lewat unggahan kutipan yang beredar dari media TribunJogja.

Rasa kaget serupa turut diutarakan oleh saksi lain bernama Roni selaku penduduk lokal yang berdomisili di wilayah Minggiran, Kemantren Mantrijeron.

Suaranya kencang, lumayan lama. Saya sempat kaget itu ada darurat apa, tutur pria tersebut saat menceritakan kembali situasi ketegangan yang dialaminya malam itu.

Merespons adanya insiden teknis tersebut, aparat kepolisian dari jajaran Korps Bhayangkara setempat langsung bergerak cepat guna melakukan penelusuran informasi di tempat kejadian perkara.

Mengenai kronologi peristiwa, Kasihumas Polresta Yogyakarta yakni Iptu Dani Hasan membeberkan sebuah rilis klarifikasi resmi kepada awak media pada hari Minggu pagi tanggal 25 Oktober 2026.

Iptu Dani Hasan menjabarkan bahwa proses penghentian bunyi gaung di atas tiang Plengkung Nirbaya itu berhasil ditangani berkat inisiatif responsif dari seorang warga lokal berinisial AF.

Karena tidak ada kejadian yang darurat selanjutnya Saksi berkoordinasi dengan pengurus kampung, dan kemudian Saksi mematikan saklar MCB yang berada di bawah tiang gaung, ucap perwira polisi tersebut menerangkan langkah penanganan darurat.

Secara fungsional, instrumen pengeras suara peninggalan sejarah tersebut memiliki kegunaan yang sangat sakral bagi pihak Kesultanan maupun masyarakat Yogyakarta dan tidak boleh diaktifkan secara sembarangan.

Pihak otoritas menjabarkan bahwa perangkat penanda itu biasanya hanya difungsikan khusus sebagai instrumen sakral guna memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain momentum hari kemerdekaan nasional, fasilitas pengeras suara publik itu kerap kali dibunyikan berkala sebagai instrumen penanda waktu berbuka puasa sepanjang siklus bulan suci Ramadan.

Hingga tahapan investigasi ini berjalan, pihak kepolisian resor kota setempat mengonfirmasi belum mendapati adanya indikasi motif kelalaian manusia ataupun faktor sabotase di balik aktifnya alat pemancar suara tersebut.

Dimungkinkan penyebab Gaung berbunyi karena ada konsleting sistem kelistrikan Gaung tersebut, kata Kasihumas Polresta Yogyakarta saat membeberkan hipotesis awal terkait pemicu gangguan teknis kelistrikan itu.

Melalui rilis konfirmasi dari kepolisian tersebut, masyarakat luas diimbau untuk tetap tenang lantaran raungan sirine murni bersumber dari kendala hubungan arus pendek dan bukan dipicu oleh kondisi darurat bencana.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung