Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Sikap MC Pria Diamuk Netizen, Potong Keluhan Warga Soal Jalan Rusak di Kalteng Expo hingga Dituding Lebih Bela Pejabat daripada Dengarkan Rakyat

Repelita.net

25 May 2026 15:29 WIB • 852 view

[VIRAL] Sikap MC Pria Diamuk Netizen, Potong Keluhan Warga Soal Jalan Rusak di Kalteng Expo hingga Dituding Lebih Bela Pejabat daripada Dengarkan Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita Palangkaraya - Jagat maya tengah dihebohkan oleh beredarnya rekaman amatir yang memperlihatkan gesekan komunikasi antara seorang pengunjung pameran pembangunan Kalteng Expo dengan pemandu acara di atas panggung utama.

Dokumentasi yang disebarluaskan kembali oleh sebuah akun gosip Instagram @tanterempongofficial pada Senin 25 Mei 2026 tersebut merekam detik-detik ketika seorang warga lokal mencoba memanfaatkan momentum untuk mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan raya yang rusak di wilayah Kalimantan Tengah.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi alih-alih direspons dengan sikap bijak dan akomodatif aspirasi tulus mengenai fasilitas publik tersebut justru dipotong secara berulang kali oleh sang pembawa acara pria dengan intonasi yang dinilai kurang simpatik.

Insiden bermula tatkala pemandu acara wanita yang bertugas memimpin jalannya dialog interaktif memberikan ruang kepada audiens untuk melayangkan masukan langsung kepada pihak eksekutif daerah berhubung kepala daerah tengah berada di lokasi.

"Apa pesan-pesannya untuk pemerintah provinsi? Di sini ada Pak Gubernur nih," tanya MC perempuan tersebut, dikutip Senin, 25 Mei 2026.

Mendapatkan kesempatan emas tersebut seorang pria dari barisan penonton langsung mengutarakan problem krusial yang berhubungan langsung dengan urat nadi perekonomian masyarakat di daerahnya.

"Tolong diperbaiki jalan raya," ucap pengunjung pria tersebut.

Sayangnya sebelum sang warga selesai menjabarkan titik koordinat kerusakan ataupun menyampaikan keluhannya secara utuh sang pemandu acara pria langsung menyela pembicaraan dengan rentetan pertanyaan yang dinilai netizen tidak mengedepankan etika profesi.

"Yang di mana? Yang di mana?" tanya sang MC pria dengan cepat saat pengunjung baru mulai bicara.

Meski pembicaraannya diinterupsi di tengah jalan warga tersebut tetap berusaha bersikap kooperatif dan menerangkan rute jalur transportasi antarkota yang membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Pengunjung pria itu tetap berusaha menjawab dengan tenang, "Dari Palangkaraya ke Muara Teweh."

Bukannya memperlihatkan gestur mendengarkan yang baik sang pemandu acara pria justru melontarkan celetukan bernada sarkasme yang terkesan mengerdilkan keluhan infrastruktur strategis tersebut.

"Yang di mananya? Jalan yang mana? Jalan depan rumahnya?" celetuk sang MC pria.

Warga tersebut tetap berupaya tegar menghadapi intimidasi verbal di atas panggung dan menegaskan kembali status kepemilikan aset jalan yang sedang ia pertanyakan kepada sang gubernur.

"Jalan lintas Kalimantan," tegasnya.

Seolah enggan memberikan panggung bagi kritik publik pemandu acara pria tersebut kembali melayangkan pertanyaan berulang yang memicu reaksi negatif dari khalayak ramai.

"Lintas Kalimantan? Yang mana?"

Sikap arogan dari petugas pemandu acara bentukan panitia ini seketika memicu kemarahan kolektif dari para pengguna media sosial yang menilai tindakan tersebut sangat tidak mencerminkan profesionalitas kerja public speaking.

"Padahal MC harus netral ya tinggal billing aja, 'Terima kasih, Mas atas pesannya. Ini ada Pak Gubernur semoga bisa direalisasikan untuk kesejahteraan kita semua'," tulis salah satu netizen yang merasa gemas dengan sikap MC tersebut.

Kritik tajam juga dilayangkan oleh praktisi komunikasi publik yang menyayangkan hilangnya kode etik kesopanan dasar di atas panggung formal yang melibatkan interaksi dengan masyarakat kelas bawah.

"Aku belajar MC tahun 2014, attitude MC itu didapatkan dari learning by doing, nggak ada teori, tapi sudah jadi standar knowledge kalau MC itu sifatnya Netral," ungkapnya.

Sebagian warganet lain memilih menggunakan diksi satire untuk menyindir motif di balik sikap defensif berlebihan yang dipertontonkan oleh sang pemandu acara demi mengamankan posisinya di mata pejabat.

"Kalian nggak paham rumus MC pemerintah? Harus menjilat kalo mau dipakai lagi," komentar netizen lainnya dengan nada sinis.

Selain respons panjang tidak sedikit pula masyarakat virtual yang mengekspresikan rasa keheranan mereka secara singkat melihat minimnya empati sosial dari figur yang memegang pengeras suara di ruang publik tersebut.

"Kok MC nya kaya gitu sih."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung