Berita, Nasional

[VIRAL] Refly Harun Sebut Rismon Pengkhianat, Nyaris Baku Pukul dengan Jahmada Girsang

Repelita.net

22 April 2026 22:59 WIB • 1,210 view

[VIRAL] Refly Harun Sebut Rismon Pengkhianat, Nyaris Baku Pukul dengan Jahmada Girsang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jahmada Girsang, kuasa hukum Rismon Sianipar, dan Refly Harun, pengacara Roy Suryo, nyaris terlibat baku pukul di panggung program Rakyat Bersuara yang tayang di iNews TV pada Selasa, 21 April 2026 malam.

Kondisi panggung diskusi memanas saat Refly Harun memutuskan untuk walk out atau meninggalkan panggung setelah memberikan pernyataan soal pengelolaan manajemen buku Jokowi's White Paper.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, kubu Rismon Sianipar menuding bahwa penjualan dan pengelolaan buku tersebut tidak transparan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan pernyataan tegas usai acara tersebut, menyinggung sosok Rismon yang dianggapnya sebagai pengkhianat.

"Saya ini diundang sebagai salah satu pembicara di panggung tapi saya menolak karena saya menganggap orang seperti Rismon yang berkhianat terhadap perjuangan itu tidak pantas mendapatkan panggung besar," kata Refly dikutip dari akun Youtube Roy Suryo Official pada Rabu, 22 April 2026.

"Saya tidak pernah membenci orang, tapi yang saya benci adalah perilakunya, kan begitu," lanjut Refly menjelaskan sikapnya terhadap Rismon Sianipar.

Refly mengungkapkan bahwa perilaku yang dimaksudnya bukan bersifat personal melainkan terkait dengan perjuangan mengungkapkan kebenaran.

Ia menuturkan tidak mempersalahkan bila persoalan tersebut bersifat pribadi, tetapi kali ini menyangkut isu yang lebih besar.

"Tapi ini kan soal perjuangan untuk mengungkapkan kebenaran. Good governance, clean government," kata Refly menegaskan.

Awalnya, Refly mengaku telah membujuk Roy Suryo untuk tidak datang ke acara tersebut karena alasan prinsipil.

Namun Roy Suryo, kata Refly, berbeda pendapat dan tetap bersikeras untuk hadir di panggung diskusi.

Ia pun akhirnya menyampaikan kepada host program Rakyat Bersuara, Aiman Witjaksono, bahwa dirinya akan datang bila Roy Suryo hadir.

"Saya mungkin akan ekstrem saya akan datang juga. Karena sebagai lawyer saya harus melindungi kepentingan klien saya dokter Tifa dan Roy Suryo," katanya.

Mengenai substansi diskusi tersebut, Refly menilai tidak ada poin krusial meskipun ia mendengar sejumlah angka yang disampaikan Rismon Sianipar.

"Angka yang disampaikan Rismon itu adalah angka yang menurut saya sangat keterlaluan sampai kemudian mengatakan keuntungan Rp 700 juta, Rp 3 miliar dan lain sebagainya," kata Refly.

"Padahal yang saya tahu adalah dokter Tifa sampai sekarang bahkan masih berutang ongkos produksi," tambahnya membantah klaim keuntungan besar.

Ia mengungkapkan buku Jokowi's White Paper edisi pertama dicetak sebanyak 1000 eksemplar premium serta 1000 eksemplar reguler.

"Nah, 2.000 itu tidak berarti kemudian habis sold out. Jadi itu ada sebagian yang diberikan secara gratis kepada beberapa pihak," katanya menjelaskan fakta di lapangan.

Sementara itu, suasana di panggung diskusi semakin memanas saat Refly Harun memutuskan untuk walk out.

Refly lalu menjelaskan duduk masalah soal manajemen penjualan dan penerbitan buku tersebut berdasarkan pengalamannya sebagai penulis buku.

"Kalau saya tidak dikasih kesempatan ngomong lagi, ngapain saya di sini? Itu namanya orang bodoh," ujar Refly dengan nada kesal.

"Bapak ya, Jahmada Girsang yang saya hormati. Anda menghormati saya kan? Tetapi ketika Anda belok, Anda tidak ngomong apa-apa ke saya," sindir Refly kepada Jahmada sebelum meninggalkan panggung.

Refly kemudian menghampiri narasumber dari kubu Rismon Sianipar yang berada di atas panggung sebelum keluar ruangan.

Ia bersalaman dengan Aiman selaku pembawa acara, lalu menyalami Rismon Sianipar dengan sikap yang masih terjaga.

"Ini pakai pengacara raja konten, kata Rismon," ujar Refly sambil melontarkan sindiran terakhir.

Usai menyalami Rismon, Refly lalu menyalami Jahmada Girsang dan melontarkan pernyataan yang membuat suasana semakin panas.

"Ini teman saya yang paling baik. Tetapi ketika belok, dia tidak ngomong," kata Refly yang langsung memicu reaksi.

Karena ucapan Refly yang menyindir tersebut, Jahmada tampak tidak terima sehingga tidak melepaskan jabatan tangan Refly yang hendak turun panggung.

Bahkan Jahmada tampak menarik tangan Refly dengan gesture tubuh yang menunjukkan sikap tidak suka dan terprovokasi.

Refly dengan tenang menghadapi sikap Jahmada, namun Jahmada lalu sedikit mendorong tubuh Refly.

Keduanya sempat berhadapan dalam jarak yang sangat dekat dengan pandangan saling menusuk.

Refly sempat agak mendorong balik Jahmada yang tidak juga melepaskan jabatan tangan Refly dari genggamannya.

Namun Jahmada membalas lebih reaktif dan mendorong tubuh Refly Harun ke belakang dengan tenaga yang lebih besar.

Keduanya nyaris baku pukul karena kontak fisik dan saling dorong sudah terjadi di atas panggung yang disiarkan langsung.

"Saya gak terima itu," teriak Jahmada sambil mendorong Refly, namun segera dilerai oleh Aiman dan narasumber lainnya.

Seketika panggung dipenuhi oleh mereka yang hendak melerai agar keduanya tidak terlibat kontak fisik yang lebih parah.

"Dua-duanya keluarin," teriak Roy Suryo dari sisi panggung yang berbeda menyaksikan ketegangan yang terjadi.

Insiden ketegangan itu terjadi saat acara sedang disiarkan secara live atau langsung sehingga menjadi sorotan luas publik.

Di balik insiden tersebut, terselip dinamika emosional yang kuat antara kedua pengacara papan atas tersebut.

Perdebatan yang awalnya berkutat pada isu intelektual dan transparansi buku berubah menjadi konflik personal yang tidak terduga.

Aksi nyaris baku pukul ini sangat disayangkan mengingat keduanya merupakan pakar hukum yang seharusnya mengedepankan argumentasi intelektual.

Refly Harun yang menyebut Jahmada sebagai "teman baik" justru menunjukkan gestur kekecewaan mendalam sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan studio.

Sebelum insiden puncak terjadi, Rismon Sianipar sempat mengkritik pengelolaan buku yang dinilai tidak transparan dan merugikan banyak pihak.

Pernyataan itu kemudian dibalas oleh Roy Suryo yang membela pihak dokter Tifa, sebelum akhirnya Refly Harun masuk memberikan pandangan hukum.

Dalam paparannya, Refly menegaskan perbedaan peran antara penulis dan pengelola buku yang sering kali tidak dipahami oleh publik.

Ia menilai tidak semua penulis berhak menuntut transparansi finansial jika tidak terlibat langsung dalam proses produksi dan distribusi.

Pernyataan itu memicu respons keras dari pihak yang berseberangan, yang akhirnya berujung pada ketegangan fisik yang nyaris tidak terkendali.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung