Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Presiden Prabowo Salah Ucap Soal Kenaikan Gaji Guru di Parlemen, Netizen Sebut Kena Prank Nasional

Repelita.net

20 May 2026 14:15 WIB • 1,144 view

[VIRAL] Presiden Prabowo Salah Ucap Soal Kenaikan Gaji Guru di Parlemen, Netizen Sebut Kena Prank Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Agenda penyampaian pidato kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto di gedung parlemen kini memicu kegaduhan serta perbincangan riuh di kalangan pengguna media sosial X.

Kehebohan tersebut bermula dari sebuah kekeliruan pengucapan kalimat oleh kepala negara saat memaparkan poin mengenai realisasi peningkatan kesejahteraan aparatur negara.

ADVERTISEMENT

Melalui sebuah unggahan video yang dibagikan pada Rabu 20 Mei 2026, sebuah akun publik menyoroti momentum perubahan narasi yang terjadi hanya dalam hitungan detik.

"ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik “karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.” @alfinrizalisme" tulis akun alfin rizal dalam cuitannya yang seketika viral.

Sontak saja, potongan rekaman pembacaan draf fiskal tersebut langsung diserbu oleh beragam komentar dari warganet yang merasa terkejut sekaligus kecewa atas insiden salah ucap itu.

Sebagian pengguna platform digital menilai bahwa kejadian ini terasa seperti sebuah lelucon di tingkat nasional bagi para tenaga pendidik yang sempat menaruh harapan tinggi.

"menanti buzzer "kalau nonton jangan setengah2"" cuit akun @under7mntt yang mengantisipasi adanya pembelaan dari para pendukung fanatik pemerintah di jagat maya.

Kekecewaan senada juga dilontarkan oleh pengguna lain yang menggarisbawahi nasib kontras antara profesi guru dan para penegak hukum dalam pembagian porsi kesejahteraan finansial.

"Yang dinaikkan gaji guru, yang menikmati hakim ." sebut akun @wiluyo_12 mengekspresikan sindiran atas ketidaksesuaian kalimat yang diucapkan oleh sang presiden di podium.

Dampak emosional dari kekeliruan sekejap tersebut turut digambarkan lewat berbagai tanggapan yang menyuarakan rasa iba terhadap kondisi psikologis para guru di seluruh pelosok negeri.

"Guru-guru yang udah terlanjur seneng gajinya naik 300%" tulis akun @DeanApri21 yang merasa bahwa euforia para pengajar langsung sirna seketika setelah mendengar klarifikasi lanjutan.

Pertanyaan kritis mengenai alasan di balik belum adanya kebijakan serupa bagi sektor pendidikan juga mulai bermunculan dan diarahkan langsung ke akun otoritas tertinggi.

"Izin bertanya pak presiden, kenapa gaji guru ga di naikan 300% juga?" tanya akun @ayawbowl mempertanyakan kejelasan visi misi pembenahan upah sektor pengajaran ke depan.

Di sisi lain, muncul pula komentar yang membandingkan konsistensi regulasi pengupahan pada era kepemimpinan nasional di masa lampau yang dinilai jauh lebih terencana.

"Hanya zaman pak SBY kenaikan gaji guru yang konsisten tiap tahun, bahkan di saat itu pula kita mengenal sertifikasi guru. Semoga lah nanti ada presiden yang mengikuti jejak langkah bapak SBY terhadap kebijakan kesejahteraan guru-guru." ulas akun @syafriadi_asri.

Nuansa satire dan kekecewaan yang mendalam terus mengalir deras dari ribuan respons netizen yang merasa para tenaga pendidik nasional seolah mendapatkan harapan palsu.

"Padahal udah seneng guru guru, kena prank tingkat nasional." ungkap akun @FOnigashima yang melihat insiden ini sebagai sebuah preseden komunikasi publik yang kurang matang.

Kendati demikian, masih ada sebagian kecil pengguna media sosial yang berupaya melihat situasi tersebut secara lebih rasional dan membela keterbatasan anggaran belanja negara.

"sabar, prabowo br naikan gaji hakim klo duit sdh bnyk sy kira prabowo akn naikan gaji guru jg jadilah org yg membangun jgn jafi org yg meruntuhkan prabowo itu realistis ingin naikan gaji guru tp ngga ada duit lalu drmn uangnya?" cetus akun @m_saiful_arif12.

Meskipun ada pembelaan, gelombang kritik tajam bernada kecaman keras dari kubu oposisi digital tetap mendominasi ruang percakapan atas gaya penyampaian tanpa teks tersebut.

"Hadeh makan kecubung nih orang" timpal akun @sleepyistp yang merasa heran dengan performa komunikasi dari sang kepala negara di atas mimbar paripurna resmi.

Kekesalan yang meluap bahkan membuat beberapa akun melayangkan komentar pedas terhadap para pemilih dari kalangan pendidik yang sempat memberikan dukungan pada pemilu lalu.

"Udah gitu banyak kali guru guru TO LOL yang datang kampanye 2024 di GBK buat milih KING OMON OMON KAN TOLOL mangkanya gw gak pernah kasihan sama GURU wong mereka aja GOB LOCK. sekian ambil gaji" tulis akun @akudansibd93535 dengan nada emosional.

Keraguan mengenai kapasitas kepemimpinan serta kecenderungan berbicara tanpa persiapan yang matang juga menjadi salah satu poin yang disoroti secara tajam oleh publik.

"asbun banget jirr kok bisa yang kayak gini jadi presiden" tukas akun @a_matchaaa yang menyayangkan kualitas retorika di tengah situasi rapat kenegaraan yang sakral.

Beberpa pengguna bahkan mengaitkan posisi institusi hukum yang baru saja mendapatkan restu penyesuaian anggaran dengan beberapa vonis perkara yang tengah mengemuka belakangan ini.

"hakim2 yg kmaren vonis Nadiem itu pak?" tanya akun @LaksonoTibo menyentil korelasi di balik pemberian insentif finansial yang bernilai fantastis tersebut.

Sebagai penutup dari kegaduhan tersebut, sebagian besar warganet menyarankan agar sang presiden lebih mengandalkan naskah panduan resmi demi menghindari kepanikan kolektif di masa mendatang.

"Bisa gak sih dia lbh baik baca text dripada main ngomong ..hmm deg degkan mulu dengernya wkwkw" saran akun @xxxl_0788 yang diakhiri dengan simpati mendalam dari akun @hizzband yang menuliskan "Yang sabar ya para guru." sebagai penenang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung