Repelita Jakarta - Narasi bohong mengenai isu pengabaian diplomatik terhadap pemimpin tertinggi Republik Indonesia kembali mencuat di jagat maya baru-baru ini.
Sebuah rekaman gambar bergerak berdurasi pendek mendadak menjadi perbincangan hangat lantaran memperlihatkan momen interaksi antarkepala negara yang dinilai ganjil.
ADVERTISEMENT
Dalam klip yang beredar luas tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin dituding sengaja mengabaikan keberadaan Presiden RI Prabowo Subianto saat forum internasional berakhir.
Berdasarkan visualisasi yang tersebar, pemimpin Kremlin tersebut tampak melewati sang kepala negara tanpa mengulurkan tangan untuk memberikan salam perpisahan.
Tudingan miring tersebut seketika memicu gelombang spekulasi negatif dari kalangan warganet terkait posisi diplomasi Indonesia di panggung global.
Faktanya, anggapan yang menyebutkan sang kepala negara tidak disalami oleh pemimpin Negeri Beruang Putih tersebut adalah keliru dan tidak berdasar.
Rekaman yang jamak disebarluaskan oleh akun-akun media sosial tersebut terbukti sebagai dokumentasi yang sengaja dipotong dari durasi aslinya.
Penelusuran mendalam terhadap video utuh menunjukkan situasi yang bertolak belakang dari narasi menyesatkan yang berkembang di ruang digital.
Pada dokumentasi asli yang menyeluruh, kedua pemimpin negara tersebut sejatinya saling berjabat tangan dengan sangat erat dan penuh kehangatan.
Prosesi bersalaman tersebut sempat tidak terdokumentasi dengan jelas dalam cuplikan pendek karena terhalang oleh posisi berdiri delegasi negara lain.
Kamera yang mengambil sudut pandang tertentu membuat tubuh pejabat lain menutupi momen jabat tangan antara kedua tokoh penting tersebut.
Peristiwa asli itu sendiri berlangsung di sela-sela penutupan agenda internasional Eastern Economic Forum ke-11 yang bertempat di Vladivostok.
Kehadiran mantan Menteri Pertahanan RI tersebut di wilayah timur jauh Rusia merupakan bentuk pemenuhan undangan langsung dari sang tuan rumah.
Dalam perhelatan akbar tersebut, pemimpin tertinggi Indonesia bahkan diposisikan sebagai tamu kehormatan utama yang sangat disegani oleh delegasi asing.
Hubungan bilateral kedua negara juga dilaporkan berlangsung sangat produktif melalui pertemuan empat mata yang berjalan hampir selama dua jam.
Kedua pemimpin negara membahas berbagai sektor strategis mulai dari pengembangan teknologi canggih, wilayah kemaritiman, hingga potensi energi nuklir.
Oleh karena itu, penyebaran video dengan narasi pengabaian tersebut murni merupakan disinformasi yang dibentuk melalui manipulasi pemotongan durasi gambar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads