Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam netizen kembali mengarah pada penggunaan dana pajak rakyat oleh jajaran pejabat publik.
Sejumlah warganet meluapkan kekecewaan mendalam atas alokasi anggaran yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan prioritas masyarakat umum pada 22 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
Kegelisahan tersebut dipicu oleh postingan dari akun Threads @manekupp yang menyoroti pembelian fasilitas operasional mewah.
"Bangun Bangunnnnn pajak lu lu orang dipake buat golf car WKAWKAWKAWK" tulis akun @manekupp mengawali riak kritik di platform media sosial.
Sontak saja unggahan tersebut memicu keprihatinan luas dan disahut oleh pengguna lain yang membandingkannya dengan anggaran sektor penting lainnya.
Akun @unarahmaa menyoroti besarnya nominal dana fasilitas tersebut jika disandingkan dengan alokasi penataan wilayah publik.
"3M?!!!! Anggaran tata ruang aja cuma 2,9 buat 3 kota/kabupaten. Ini perkara “kendaraan golf” 3M?!!!! Allahuakbar" tanggap akun @unarahmaa terheran-heran.
Di sisi lain, keluhan mengenai pemanfaatan dana wajib rakyat untuk pemeliharaan area pribadi pejabat juga ikut mencuat secara sinis.
"Pajak lo buat bersihin rumah pejabat 🤡🤡🤡" sindir akun @niagnanyy pada kolom interaksi.
Sikap apatis dan nada sindiran terkait pola pemilih pada pemilu mendatang pun disampaikan oleh warganet lainnya.
"Ga usah protes, paling 2029 dipilih lagi. Modal 50 rb. Kita kan bangsa pelupa😂" cetus akun @wisnupraj_a menyikapi fenomena sosial ini.
Tidak hanya seputar kendaraan operasional, lonjakan anggaran pencetakan fisik paspor turut dibeberkan ke publik oleh akun @abangkeriting.
"Anggaran pencetakan blanko dokumen perjalanan RI (paspor):
2024: Rp929,6 miliar
2025: Rp643,8 miliar
2026: Rp1,23 triliun" beber akun @abangkeriting secara rinci.
Rangkaian tanggapan ini menunjukkan betapa krusialnya transparansi pengelolaan keuangan negara agar publik tidak terus merasa dirugikan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads
View on Threads
View on Threads
View on Threads