Repelita Jakarta - Prakirawan kondisi alam asal benua Amerika Utara kembali mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi guncangan tektonik berskala raksasa di tanah air.
Dalam analisis visual terbarunya, figur asing tersebut memproyeksikan adanya aktivitas seismik ekstrem yang mengancam sejumlah wilayah padat penduduk sebelum pergantian tahun.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun Frankie MacDonald pada hari Kamis, 3 September 2026 yang secara spesifik menunjuk daratan terpadat sebagai episentrum risiko utama.
Melalui rekaman audiovisual di beranda personalnya, pengamat tersebut menjabarkan potensi kerugian materil dan kerusakan infrastruktur masif yang bisa dipicu oleh fenomena alam ini.
“Gempa bumi besar lainnya akan menghantam Indonesia sebelum tahun 2026 berakhir. Gempa ini akan menyebabkan banyak kerusakan di Indonesia, termasuk Jakarta dan Jawa. Gempa ini akan membawa kekuatan magnitudo 7,0 atau lebih besar, atau bahkan magnitudo 9,0 atau lebih besar di Indonesia,” ucap Frankie MacDonald di video itu.
Guna meminimalkan dampak buruk dari potensi bencana tersebut, masyarakat diimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi serta menyetok bahan logistik dasar di kediaman masing-masing.
Persiapan alat penerangan darurat, pasokan air bersih kemasan, obat-obatan, hingga pemahaman rute evakuasi mandiri dinilai menjadi kunci utama keselamatan keluarga saat krisis terjadi.
“Siapkan perlengkapan medis, peralatan darurat, senter, lilin, baterai cadangan, lentera bertenaga baterai, radio engkol, generator, serta air minum kemasan; mulailah berlatih simulasi gempa bumi, ingatlah bahwa ini akan menjadi gempa besar,” imbaunya.
Sorotan publik tanah air terhadap figur asing ini menguat lantaran beberapa bulan lalu kalkulasi bencana yang dikeluarkannya terbukti selaras dengan insiden tektonik di pulau tengah.
Meskipun ramalan tersebut ramai diperbincangkan, otoritas keselamatan nasional tetap meminta masyarakat bersikap rasional dan hanya memercayai sistem informasi terpadu milik lembaga resmi pemerintah.
Unggahan mengenai spekulasi kebencanaan tersebut seketika memicu perdebatan sengit dan riuh komentar dari kalangan pengguna platform digital tanah air.
Informasi mengenai keakuratan prediksi tersebut sebelumnya turut dibagikan oleh akun @LambeSahamjja yang menulis bahwa frankie prediksi gempa 7+ ntt, kejadian beneran: - sekarang dia prediksi lagi bakal ada gempa gede pada sore hari.
Tanggapan bernada skeptis dilemparkan oleh akun @otakmeledak dengan menulis saya juga bisa prediksi Pak, sebelum 2026 berakhir nanti akan ada gempa besar di Indonesia. ini mah sama kaya prediksi bakal ada hujan besar di Indonesia sebelum 2026 berakhir. sama kan pola nya? di kolom komentar.
Netizen lain dengan nama akun @Isisembarang ikut memberikan pandangan realistis mengenai posisi geografis tanah air dengan mengetik Indonesia itu salah satu negara dengan geografi yang kurang menguntungkan dunia. Jadi potensi terjadi gempa entah itu gempa kecil, sedang atau besar pasti akan terjadi. Jadi jangan dilebih-lebihkan bahwa prediksi dia tepat atau ramalan dia benar. sebagai bentuk edukasi.
Rasa penasaran mengenai arah pergeseran lempeng bumi ke depan juga diungkapkan oleh akun @WahyuHaart melalui kalimat tanya Karena yg barusan terjadi di timur, apa yg berikutnya ada di barat ya? 🤔 di ruang siber.
Kekhawatiran mengenai rentetan getaran seismik minor di sepanjang jalur sabuk api dibeberkan oleh akun @Xliner_beright yang menulis Tapi Serius Guys Setelah Gempa Flores 7.7 MW Ada Beberapa Gempa Di Wilayah Sumatra, Bali Sampai Jawa. Dan Gempanya Itu Kecil. Ingat Aktivitas Tektonik Yang Kecil3 Ini Justru Jadi Pertanda Lempengnya Aktif Tapi Gk Tau Kemungkinan Meredahnya Kapan. Atau Mungkin..... secara detail.
Permintaan agar indikator perkiraan disajikan lebih spesifik diutarakan oleh akun @dhewi_miswanti dengan cuitan Bisa ga dia sebut sekalian kapan tanggal & dimana daerah tepatnya terjadi gempa bumi, biar prediksinya ga nanggung gitu, kan buat misi menyelamatkan manusia di lini masa.
Akun @Bigbens1717 justru merespons ket ketikan sarkas dengan menulis Wowwww prediksi dong brooo kapan si itu g ada nyawa ehh di tengah keriuhan tersebut.
Kritik berbasis data empiris tahunan disampaikan secara lugas oleh akun @HILARlO dengan mengetik Ya memang Indonesia sangat luas dan memang jalurnya gempa bumi, koplak! Cukup gunakan data dan statistik saja. Hampir tiap tahun juga terjadi gempa besar di sini. untuk meluruskan persepsi.
Julukan unik disematkan oleh netizen melalui akun @Fujiwara1412 yang melontarkan kalimat pendek Si earthquake geek g ada lawan emg. di kolom interaksi.
Upaya meredam kepanikan massal dilakukan oleh akun @postmaljone dengan menulis jangan pada takut dan jangan sebarin ketakutan, dia ini berkebutuhan khusus dan emang sering bgt prediksi random jadi ya klo kejadian brarti kebetulan bener aja dari sekian possibilities secara bijak.
Sisi edukasi mitigasi dari viralnya kabar tersebut diulas oleh akun @anjlokcuk yang berpendapat Biasanya... Klau udah 'rame' gini malah gak terjadi, tp sisi positifnya supaya sadar ttg mitigasi bencana di platform sosial.
Analogi cuaca ekstrem yang lumrah terjadi dipakai oleh akun @zuidprinsen dengan mengetik Prediksi gempa di Indonesia itu sama aja kaya prediksi banjir di Jakarta sebagai bentuk perbandingan rasional.
Akun @sangsenja2022 mencoba mengingatkan kronologi peristiwa sebelumnya dengan menulis Kan udah kejadian 15 agustus pada kolom komentar.
Terakhir, akun @elnayaja melontarkan pertanyaan terbuka mengenai validitas area prediksi dengan mengetik Apakah gempa wilayah selatan yg di prediksi terjadi? sebelum menutup diskusi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
frankie prediksi gempa 7+ ntt, kejadian beneran:
— Lambe Saham (@LambeSahamjja) September 3, 2026
- sekarang dia prediksi lagi bakal ada gempa gede pic.twitter.com/UVxyWWHt34