Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam kembali mengemuka di platform media sosial menyusul penolakan bantuan internasional oleh pemerintah untuk penanganan bencana alam. Isu tersebut ramai diperbincangkan publik usai diunggah oleh akun @the_yestefendy pada tanggal 18 Agustus 2026.
Pemilik akun menyayangkan keputusan pemerintah yang dinilai lebih mementingkan harga diri ketimbang keselamatan warga terdampak.
ADVERTISEMENT
"Bencana besar, bantuan sudah ditawarkan dari China dan Iran, tapi pemerintah malah bersikeras bilang “kita optimis mampu sendiri”. Padahal dalam bencana, yang harus diselamatkan itu rakyat, bukan gengsi pemerintah." tulis akun @the_yestefendy dalam narasi unggahannya.
Sontak pernyataan tersebut memicu berbagai tanggapan kritis dan reaksi keras dari para pengguna Threads.
"Persis kayak aceh. Tilak bantuan luar negeri. Setelah itu dibikin drama seolah olah selesai di bangun ulang pemerintah. Sementara kenyataannya saat ini anak anak mau sekolah harus bertaruh nyawa, menyebrang kali hanya dengan seutas kawat baja." tulis akun dwijoprabowo.
"Bantuan ditolak, sementara utang luar negeri ditambah dan uang hitam difasilitasi lewat obligasi,," sebut akun mr.abdivanrep.
"Sok jago bisa atasi sendiri, Aceh dan Sumatra aja belum kelar." komentar akun rustamrinde.
"Aceh aja sampai sekarang ga selesai,ini nambah NTT.." timpal akun w.prazetya.
"Aceh aja sampai saat ini belum terjamah oleh pemerintah pusat…please dech jangan arogan😓" ungkap akun tity2212.
"Sy tidak tau, bila ada bencana spt ini, apa alasan pemerintah menolak bantuan asing ? Hanya demi gengsi bahwa pemerintah mampu menanganinya sendiri atau bantuan itu sebenarnya pinjaman yg suatu saat hrs dikembalikan dg bunga dan jangka waktu tertentu ( soft loan ) ? Kemudian, Apakah Indonesia pernah ditolak oleh negara lain saat mrk mengalami bencana...? Silahkan yg berpengetahuan ttg ini menjawab . Jawaban yg sekedar mendukung / tidak mendukung pemerintahan saat ini, tidak sy perlukan." tulis akun soenaryadi.
"Hanya karena 1 orang yang tidak selayaknya memegang jabatan presiden, hanya dalam 2 tahun negara bisa sekacau ini, banyak provinsi yang ingin memisahkan diri dari negara. ribuan pejabat negara hanya sibuk mengurusi kantong mereka, tidak mempedulikan masyarakat yang sesungguhnya harus mereka layani, mereka pejabat tidak kerja, mereka hanya berpesta disetiap harinya.. kejam" cetus akun frrannsss.
"Awas nanti dibilang Londo Ireng. 🤣😂🤣" tutup akun budimansujowo.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok