Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Pedagang Takoyaki Bongkar Fakta Harga Bahan Pokok Melonjak, Sindir Klaim Bu Naniek Soal Ekonomi Baik-Baik Saja: Omongan Itu Tidak Fantash!

Repelita.net

01 June 2026 17:28 WIB • 746 view

[VIRAL] Pedagang Takoyaki Bongkar Fakta Harga Bahan Pokok Melonjak, Sindir Klaim Bu Naniek Soal Ekonomi Baik-Baik Saja: Omongan Itu Tidak Fantash!
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pernyataan Wakil Kepala BGN sekaligus Komisaris Pertamina, Naniek S Deyang, terkait stabilitas harga bahan pokok menuai kritik tajam dari para pelaku usaha mikro di media sosial.

Naniek sebelumnya mengklaim bahwa harga barang tetap terkendali dengan memberikan contoh harga nasi Padang langganannya yang tidak mengalami kenaikan.

ADVERTISEMENT

“Harga nasi Padang langganan saya tidak ada perubahan. Dimananya harga-harga naik itu terjadi? Semua harga tetap dan terkendali kok.”

Menanggapi hal tersebut, seorang pedagang takoyaki bernama Al Fatin memaparkan realita pahit mengenai lonjakan biaya produksi yang harus ditanggung sejak 2016 hingga 2026.

Ia mencontohkan kenaikan drastis harga bahan baku seperti Katsuobushi, telur, tepung terigu, hingga minyak goreng yang melesat berkali lipat.

Al Fatin menegaskan bahwa ia terpaksa menahan kenaikan harga jual produknya demi menjaga daya beli pelanggan, sebuah langkah yang juga diambil oleh banyak pedagang kecil lainnya.

Termasuk Warung Padang langganan Bu Naniek.

Makanya Nasi Padang langganan Ibu, harganya tetap.

Tapi meskipun udah dibelain ga naikkan hargapun, omset tetap terjun bebas.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna Facebook bernama Hengki melalui unggahan foto image_ff6ec6.jpg yang menyoroti penurunan profit drastis bagi para pengusaha skala kecil.

Dalam unggahan tersebut, Hengki menyatakan:

Dua tahun lalu saya bisa makan enak di warung dengan belasan ribu rupiah. Sekarang lebih dari 20 ribu. Pemilik warung dulu dapat margin 50%, sekarang 30%. Pengusaha mikro dulu dapat profit 5 juta per bulan sekarang 3 juta. Beginilah cara rakyat membayar pemborosan anggaran pemerintah. Orang kaya membayar pajak. Orang miskin membayarnya dengan inflasi, penghasilan terus menurun tapi pengeluaran terus meningkat.

Merespons klaim pejabat tersebut, para pedagang menegaskan bahwa kondisi ekonomi di lapangan jauh dari kata baik-baik saja sebagaimana yang digambarkan oleh pemerintah.

Jadi..

Omongan ibu yang bilang kita baik-baik saja, itu tidak Fantash !!! (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung