Repelita Jakarta - Media sosial kembali diramaikan oleh unggahan yang mengaitkan dinamika konflik Iran dengan fenomena unik di Indonesia, setelah sebuah akun membagikan foto pasangan Indonesia yang memberi nama anaknya yang baru lahir dengan nama Ali Khamenei.
Nama tersebut merupakan nama Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Sayyed Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan bom gabungan Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Unggahan viral ini pertama kali dibagikan ulang oleh akun X bernama King Purwa dari postingan akun Iran News 24, yang menampilkan foto bayi baru lahir disertai dokumen kelahiran dan foto keluarga.
“Nama bayi pun bisa jadi alat diplomasi!,” tulis akun tersebut dalam narasi singkatnya pada Minggu, 5 April 2026.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa bayi tersebut lahir di sebuah rumah sakit di wilayah Riau, dan penamaan itu dikaitkan dengan sosok Ayatollah Ali Khamenei yang dikenal sebagai tokoh sentral politik Iran.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam respons dari warganet, sebagian menilai sebagai bentuk simpati terhadap Iran, sementara lainnya melihatnya sebagai fenomena unik di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Fenomena ini mencuat ketika konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung dengan serangan dan ketegangan militer yang terus terjadi serta berdampak terhadap dinamika politik global.
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, tewas bersama sejumlah komandan Iran setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada akhir pekan lalu.
Pasca kejadian tersebut, publik Iran bahkan dunia kini menanti siapa suksesor yang akan melanjutkan kepemimpinan tertinggi di negara tersebut, dengan kabar yang berkembang menyebut putra Ali Khamenei yakni Mojtaba Khamenei akan diusulkan sebagai pemimpin baru.
Mojtaba sendiri diketahui selama bertahun-tahun telah mengerahkan pengaruh di belakang layar atas intelijen utama dan operasi Korps Pengawal Revolusi Islam, serta dilaporkan lebih gigih dari ayahnya.
Sementara itu, para pejabat dan faksi politik di Yaman dan Irak telah mengeluarkan pernyataan belasungkawa yang kuat menyusul kemartiran Ali Khamenei, bersumpah bahwa warisan perlawanannya akan tetap abadi.
Dewan Politik Tertinggi di Yaman menegaskan bahwa kemartiran Pemimpin Revolusi Iran akan meningkatkan kekuatan dan tekad rakyat Iran, dan jalan jihad serta membela kebenaran akan terus berlanjut tanpa mundur.
Dewan tersebut mengutuk tindakan serangan sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional serta manifestasi dari serangan tidak adil yang terus berlanjut terhadap umat Islam.
Biro Politik Ansarullah Yaman juga menegaskan dukungan penuhnya untuk Iran dan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan bersama seluruh rakyat merdeka di negara tersebut.
Pemerintah Irak, melalui juru bicara resminya Bassem al-Awadi, menyampaikan belasungkawa atas kemartiran Sayyed Khamenei dan menyebut agresi tersebut sebagai tindakan yang melanggar semua norma kemanusiaan dan etika serta jelas melanggar hukum dan konvensi internasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok