Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Nasib 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Luntang-Lantung Tanpa Kepastian Kontrak Kerja dan Gaji

Repelita.net

25 August 2026 17:27 WIB • 516 view

[VIRAL] Nasib 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Luntang-Lantung Tanpa Kepastian Kontrak Kerja dan Gaji
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang ketidakpastian kini membayangi puluhan ribu peserta pelatihan yang dijanjikan menjadi pengelola lembaga ekonomi di tingkat pedesaan.

Ketidakjelasan mengenai ikatan kerja serta pemenuhan hak finansial bagi puluhan ribu tenaga latih tersebut kembali memantik gejolak di platform digital.

ADVERTISEMENT

Informasi menyangkut nasib puluhan ribu peserta pelatihan tersebut diunggah oleh akun Threads @jaketkulitra pada 25 Agustus 2026.

"šŸ“ŒKONTRAK MATI, GAJI GAIB Nasib 30 Ribu Manajer Kopdes Dipertanyakan Usai mengikuti pelatihan akhir Juli, sekitar 30.000 peserta program Manajer Koperasi Desa (Kopdes) disebut masih menunggu kepastian kontrak kerja, penempatan, dan hak gaji. Kondisi ini memicu protes di media sosial. Para peserta mendesak pemerintah memberikan kepastian hukum dan komitmen nyata agar program tersebut tidak berhenti sebagai janji tanpa kejelasan." tulis akun @jaketkulitra.

Cibiran mengenai dugaan pemanfaatan pelaksanaan program pelatihan sekadar untuk pencairan anggaran negara turut disuarakan oleh warganet.

"Yg penting sudah bisa menjadi obyek untuk mengeluarkan anggaran pelatihan...itu sudah sangat berjasa" tulis akun @edyocta78vv.

Sindiran bernada satir mengenai pemanfaatan keahlian sampingan hasil pelatihan bagi para peserta ikut menghiasi kolom komentar.

"Itu yang udah dapet pelatihan joget² bisa dipraktekkan didesa masing² sebagai instruktur senam.. Kan mayan, timbang ilmu nya dibawa mati" tulis akun @a_ha_donat.

Tanggapan atas masukan unik nan jenaka tersebut dibalas secara singkat oleh warganet lainnya.

"ide mu rendom tapi cerdasšŸ‘" tulis akun @yusmartak.

Imbauan agar para peserta tidak terburu-buru melepaskan pekerjaan lama diutarakan oleh netizen mengingat ketidakpastian status kelulusan.

"anehnya Yang MS bngung kapan Kejalasan Latsarnya. La yang Udah lulus ajah belum jelas kepastianya coba . hadehh .. saran ajah si jangan Buru2 resign kayaj yang udah2 terjadi" tulis akun @rfs.272616.

Kritik koreksi penulisan istilah kekeliruan tatabahasa serapan juga diungkapkan oleh pengguna Threads.

"Kemarin 'menejer'. Sekarang ''manager'...'manajer' woiiiii" tulis akun @andayaikrar.

Praduga mengenai potensi eksploitasi tenaga kerja dalam jumlah besar disampaikan oleh netizen.

"Nunggu proyekan lagi, lumayan kan dapet tenaga 30.000 orang." tulis akun @kallawaf.

Tuntutan tegas untuk menghentikan total pelaksanaan program tersebut menjadi penutup dari deretan reaksi publik.

"Bubarkan" tulis akun @uncle.ungrr.

Hingga kini penanggung jawab program penyiapan tenaga pengelola koperasi desa tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait penetapan status kontrak maupun alokasi hak peserta. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung