Repelita Bandung - Seorang mahasiswi mengaku menjadi korban kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknik (HMT) ITB, namun justru pihak himpunan diduga lebih memihak kepada pelaku dibandingkan melindungi korban.
Pengakuan korban tersebut diunggah melalui akun Twitter @miffyktty pada 17 April 2026 yang menuliskan keluh kesahnya terkait penanganan kasus kekerasan seksual di HMT ITB.
ADVERTISEMENT
"Tahun lalu gue sempat confront soal kasus KS yang melibatkan HMT 21 ke HMT 19. Dalam kasus ini korban sudah jelas memberikan consent dan boundaries tertentu. Tapi yang terjadi justru sebaliknya pelaku melanggar batas itu, dengan alasan 'dia diem aja'. Perlu digarisbawahi: Diam itu bukan consent. Consent harus jelas, sadar, dan bisa ditarik kapan aja. Kalau seseorang sudah menetapkan batasan, lalu dilanggar, itu tetap pelanggaran bukan 'kesalahpahaman'," tulis akun @miffyktty.
Korban menilai bahwa dirinya justru dianggap ribet ketika berani bercerita mengenai kasus pelecehan yang dialaminya, sebuah bentuk victim blaming yang seharusnya tidak dinormalisasi di lingkungan pendidikan.
"Yang lebih mengkhawatirkan adalah respons yang muncul. Korban justru dianggap 'ribet' karena berani cerita. Ini bentuk victim blaming yang seharusnya tidak dinormalisasi di lingkungan mana pun, apalagi di institusi pendidikan. Jujur aja, dari respon yang gue terima waktu itu, kerasa banget kalau pola pikirnya seragam ditambah dia pernah bilang kalau 'otak anak HMT sama semua, satu pemikiran' dan cenderung membenarkan perilaku tersebut. Jadi gak kaget lagi kalau kasus KS dari HMT ITB terus berulang dan penyelesaiannya nggak berpihak ke korban. Kalau cara pikir kayak gini terus dianggap normal, ya masalahnya nggak akan pernah selesai," tandas akun @miffyktty.
Cuitan mengenai kasus tersebut viral dan menuai berbagai komentar dari warganet yang mengecam sikap himpunan yang dinilai tidak berpihak kepada korban.
"Kemarin gua ke Melinda ketemu psikolog, salah satunya bahas anak HMT bajingan itu. Psikolog gue bilang 'kita gak tahu apa yang bakal terjadi sama dia ke depan' Gua bakal posting berita kematian bajingan ini nanti disini," ujar akun @choccih.
"Otaknya satu pemikiran semua kan alias mikirin hal mesum terus huek," jelas akun @cocoibn17.
"Himpunan aja banyaknya cowo tapi kelakuan pengecut semua gak berani bertindak tegas apalagi terkesan angkat tangan. Mending lu semua pengurus himpunan besok-besok ke kampus pakai rok aja. Cemen banget ke pelaku gak berani bertindak tegas," ungkap akun @clubberlangmj.
"Kasusnya lumayan lama kejadiannya. Btw pelaku anaknya dekan apa rektor kok gak diproses ya?," tandas akun @emyr_za1 terkait dengan kasus pelecehan HMT ITB tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok