Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Jejak Digital Beda Dulu Beda Berkuasa: Ketika Prabowo Minta Status Bencana Nasional, Tapi Menko Justru Sebut “Masih Mampu”

Repelita.net

14 October 2026 16:50 WIB • 105 view

[VIRAL] Jejak Digital Beda Dulu Beda Berkuasa: Ketika Prabowo Minta Status Bencana Nasional, Tapi Menko Justru Sebut “Masih Mampu”
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Kritik tajam dialamatkan kepada jajaran elit pemerintahan mengenai dugaan perubahan sikap dalam menanggapi musibah kabut asap di tanah air.

ADVERTISEMENT

Sorotan publik ini mencuat setelah rekam jejak masa lalu dari para pemegang kekuasaan saat ini kembali dibuka secara gamblang oleh masyarakat.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @lawanarusid9 pada tanggal 14 Oktober 2026.

Melalui unggahan itu, dituliskan bahwa Jejak digital membongkar ironi terbesar dalam panggung politik kita.

Saat berada di luar lingkaran kekuasaan, Prabowo dan Gerindra begitu vokal mendesak agar krisis kabut asap ditetapkan sebagai Bencana Nasional demi keselamatan rakyat.

Namun, setelah memegang kemudi pemerintahan, narasi empati itu mendadak menguap.

Lewat Menko Polkam Dudung Abdurachman, pemerintah justru pasang badan menolak status bencana nasional dengan dalih "masih mampu kita mengatasi".

Pihak netizen juga menambahkan pandangan mereka mengenai situasi tersebut pada hari yang sama.

Akun tersebut melanjutkan opininya secara persis bahwa Sikap yang bertolak belakang ini mempertegas bahwa bagi elit politik, penderitaan rakyat akibat asap karhutla hanyalah bahan jualan retorika saat berburu suara.

Ketika rakyat di lapangan terus dipaksa menghirup racun dan mempertaruhkan kesehatan paru-paru mereka, penguasa justru sibuk bersilat lidah menyelamatkan muka rejim.

Ini bukan sekadar amnesia politik, melainkan bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap standar akuntabilitas yang dulu mereka gaungkan sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung