Berita, Nasional

[VIRAL] Intrik Politik Muktamar PBNU ke-35 di Jombang Panas, Orang Dekat Prabowo Disorot Cawe-Cawe

Repelita.net

29 August 2026 20:25 WIB • 511 view

[VIRAL] Intrik Politik Muktamar PBNU ke-35 di Jombang Panas, Orang Dekat Prabowo Disorot Cawe-Cawe
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Jombang diwarnai oleh beragam dinamika serta intrik politik di balik layar.

Informasi mengenai pertemuan rahasia di Wisma Negara yang melibatkan sembilan pejabat penting lingkaran kepresidenan sempat beredar, di mana agenda tersebut membahas pemetaan kekuatan dalam perhelatan Muktamar PBNU.

ADVERTISEMENT

Di antara nama yang dibahas, Nasaruddin Umar selaku Menag disodori pilihan untuk mempertahankan posisinya di kabinet atau maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU, mengingat adanya aturan ketat organisasi yang melarang rangkap jabatan.

Meski demikian, Nasaruddin Umar dikabarkan berharap dapat memegang dua posisi sekaligus sebagaimana yang pernah terjadi pada era kepemimpinan Presiden Soekarno.

Di sisi lain, kelompok pejabat yang dekat dengan lingkaran kekuasaan tersebut disinyalir telah menyiapkan figur jagoan mereka sendiri untuk bertarung dalam perhelatan muktamar kali ini.

Pada posisi Rais Aam, dukungan diarahkan kepada Kiai Miftachul Akhyar, sedangkan posisi Ketua Umum dialokasikan untuk sosok Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.

Langkah pendukungan terhadap Kiai Miftachul Akhyar ditenggarai tidak lepas dari peran historisnya saat memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran pada masa pemilihan presiden 2024 lalu.

Guna memuluskan langkah pasangan calon yang diusung, pergerakan konsolidasi dilakukan secara masif hingga ke tingkat pengurus daerah.

Konsolidasi tersebut melibatkan pengumpulan pengurus cabang di asrama haji Surabaya untuk menandatangani dokumen penunjukan Ahwa demi memuluskan kemenangan paket calon tersebut.

Sementara itu, petahana Gus Yahya dilaporkan menjalin komunikasi serta menggalang kekuatan bersama mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang ditempatkan sebagai calon Rais Aam.

Gus Yahya sendiri menanggapi dinamika tersebut dengan santai dan menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo tidak akan melakukan intervensi dalam urusan internal NU.

Persaingan semakin memanas setelah PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar ikut memajukan Said Aqil Siradj sebagai kandidat alternatif Rais Aam.

Isu serta dinamika seputar perhelatan Muktamar PBNU ke-35 di Jombang ini sebelumnya disorot publik melalui unggahan akun @ceritapodcast

.

Dalam unggahannya, akun tersebut secara persis menuliskan: "Lagi rame banget nih muktamar PBNU ke-35 di Jombang! Ternyata banyak intrik politik di baliknya. Dari bocoran Tempo, orang-orang dekat Prabowo kabarnya cawe-cawe buat ngegolkan jagoan mereka jadi Ketua Umum PBNU. Seru kan?"

Akun tersebut juga menambahkan keterangan narasi: "Jadi ceritanya, ada pertemuan diam-diam di Wisma Negara yang dihadiri sembilan pejabat pembantu presiden. Mulai dari Mensesneg, Menag Nasaruddin Umar, Mensos Gus Ipul, sampe Kepala BIN. Mereka ngebahas pemetaan muktamar PBNU."

Pada unggahan berikutnya, tertulis: "Nah, Menag Nasaruddin Umar ini sempat ditawarin: milih tetep jadi menteri atau maju jadi calon Ketum PBNU? Soalnya aturan NU tuh ketat, nggak boleh rangkap jabatan. Tapi lucunya, dia ngarep bisa rangkap jabatan kayak zaman Bung Karno."

Unggahan @ceritapodcast

dilanjutkan dengan kalimat: "Ternyata, gerbong orang dekat presiden ini punya paket jagoan sendiri! Buat posisi Rais Aam mereka dorong Kiai Miftachul Akhyar, dan buat Ketua Umum-nya mereka usung Gus Kikin (Abdul Hakim Mahfudz). Tim suksesnya gerilya sampe ke daerah-daerah."

Serta tulisan: "Kenapa Kiai Miftachul Akhyar yang dijagokan? Karena pas Pilpres 2024 kemarin, beliau salah satu tokoh yang dukung pasangan Prabowo-Gibran. Malah sempat bilang partai Gerindra itu "terasa NU". Fix ini seperti balas budi politik."

Narasi unggahan tersebut berlanjut: "Strategi menangnya ngeri-ngeri sedap. Timnya Gus Ipul dan Nusron Wahid ngumpulin pengurus cabang (PCNU) di asrama haji Surabaya. Mereka disuruh neken surat penunjukan 'Ahwa' (formatur) biar paket Kiai Miftach-Gus Kikin mulus menang."

Kemudian disambung: "Di kubu lain, Gus Yahya (petahana) nggak mau kalah. Dia dikabarkan bikin paket bareng mantan wapres Ma'ruf Amin sebagai calon Rais Aam. Gus Yahya sendiri ngakunya santai dan nggak percaya Prabowo bakal cawe-cawe di urusan NU."

Adapun unggahan lainnya berbunyi: "PKB dan Cak Imin juga nggak mau ketinggalan panggung! Mereka juga nyiapin jagoan alternatif: Said Aqil Siradj buat Rais Aam. Cak Imin sendiri kabarnya masih nimbang-nimbang peluangnya. Muktamar kali ini beneran jadi medan tempur politik level tinggi!"

Seleluruhan rangkaian informasi dari media sosial tersebut tercatat diunggah oleh akun @ceritapodcast

pada tanggal 29 Agustus 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung