Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Heru Subagia Ditelepon Misterius Usah Posting Buku Politik Cawapres 2029

Repelita.net

01 May 2026 17:56 WIB • 769 view

[VIRAL] Heru Subagia Ditelepon Misterius Usah Posting Buku Politik Cawapres 2029
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia mengaku mendapat tekanan setelah mempromosikan rencana bedah buku bertajuk "Buku Pintar Politik Cawapres 2029" yang dikaitkan dengan nama Sufmi Dasco Ahmad melalui unggahan di Facebook pribadinya pada pekan lalu.

Dalam tulisannya yang viral tersebut, Heru menyebut adanya langkah yang dianggap terlalu dini dalam memanaskan kontestasi politik menuju Pemilu 2029.

ADVERTISEMENT

"Curi start. Sang penulis bandel bangett. Kayaknya sedang proyek gede, Ahmad Bahar," tulis Heru dalam unggahan yang kemudian memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak.

Ia juga secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap Roy Suryo sebagai kuda hitam calon wakil presiden 2029 dalam unggahan yang sama.

"Saya dukung Roy Suryo kuda hitam Cawapres 2029, kamu pilih siapa?" lanjut Heru memantik perdebatan di ruang maya.

Tidak lama setelah unggahan tersebut beredar luas, Heru mengaku menerima teror berupa selebaran yang menyebut namanya masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO Polda Jawa Barat.

"Berkaitan tulisan saya di Facebook berhubungan launching buku Cawapres 2029, saya gak tahu tiba-tiba ada pihak yang menyebarkan gambar saya," ujar Heru kepada fajar.co.id pada Jumat (1/5/2026).

Selain selebaran misterius tersebut, ia juga mengaku menerima panggilan telepon dari seseorang yang tidak dikenal yang meminta agar unggahan kontroversial itu segera dihapus dari akun Facebook miliknya.

"Saya ditelepon langsung oleh orang yang menurut saya tidak dikenal, mengatakan agar tulisan di Facebook dihapus," sebut Heru menceritakan pengalaman intimidasinya.

Meskipun mendapat tekanan, Heru menegaskan bahwa dirinya tidak melihat adanya pelanggaran dalam unggahan yang dibuatnya karena konten tersebut masih dalam batas wajar dan normatif.

"Saya sendiri tidak tahu letak kesalahan saya di mana dan saya pikir apa yang saya tulis sangat normatif," ucapnya membela diri.

Ia menjelaskan bahwa unggahan tersebut sebenarnya hanya bentuk dukungan dan fasilitasi terhadap kegiatan temannya yang hendak meluncurkan buku tentang bursa calon wakil presiden 2029.

"Saya hanya memfasilitasi teman saya untuk launching dalam bedah buku itu," kata Heru meluruskan niat awal di balik unggahannya.

Meski diteror dan mendapat tekanan, Heru memastikan tidak akan menghapus unggahan tersebut dan justru melihat persoalan ini perlu ditelusuri lebih jauh.

"Mungkin justru isu ini akan semakin ramai ketika para pihak tersebut membidik saya," Heru menuturkan dengan nada penasaran.

"Ini masih dalam tahap analisa saya, apa sebenarnya tujuan dan motivasinya dan tentunya saya tidak akan menghapus yang sudah saya tulis di Facebook," tambahnya tegas.

Terkait kabar yang menyebut dirinya telah ditetapkan sebagai DPO, Heru mengaku akan melakukan klarifikasi resmi ke pihak kepolisian untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Untuk langkah hukum yang di situ tercatut saya sudah dilaporkan, melanggar 3 pasal, tentu ini kita akan verifikasi di teman kita yang saat ini sedang menjabat di Kepolisian. Apakah benar saya ditetapkan DPO, ini menjadi penting, siapa yang telah melakukan ini," timpal Heru.

Ia membeberkan kronologi awal unggahannya yang sebenarnya hanya berisi informasi rencana bedah buku terkait kontestasi calon wakil presiden 2029 tanpa maksud tertentu.

"Kronologinya, saya itu upload tulisan di Facebook bercerita tentang rencana bedah buku yang berjudul Cawapres 2029," terang Heru menjelaskan asal-usul persoalan.

Heru menduga bahwa isu yang menimpanya ini berkaitan dengan sensitivitas politik menjelang kontestasi pemilu mendatang yang mulai memanas.

"Mungkin buku itu berkaitan nama besar yang akan berkontestasi sebagai Cawapres 2029. Ada beberapa pihak yang merasa terganggu dan sebagainya, saya harus mendalami itu," tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung