Repelita Jakarta - Kedutaan Besar Iran di Ghana kembali mencuri perhatian publik dunia melalui unggahan di media sosial yang penuh humor cerdas dan satire tajam.
Postingan tersebut muncul sebagai respons atas perseteruan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang semakin memanas pada pertengahan April 2026.
ADVERTISEMENT
Konflik bermula dari penolakan Italia untuk mendukung operasi militer Amerika di Selat Hormuz serta penangguhan perjanjian pertahanan dengan Israel setelah insiden yang melibatkan pasukan perdamaian PBB asal Italia.
Trump menuduh Meloni sebagai pengecut yang membiarkan Amerika menanggung beban berat demi kepentingan energi Italia.
Ketegangan berubah menjadi sangat personal ketika Trump secara kasar menghina Paus Leo XIV dengan menyebutnya lemah terhadap kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri karena sikap anti-perang sang Paus.
Meloni yang dikenal dengan nilai-nilai konservatif dan Katolik kuat langsung membela Paus dengan menyatakan pernyataan Trump tidak dapat diterima.
Trump kemudian membalas dengan menyebut Meloni sendiri yang tidak dapat diterima karena dianggap abai terhadap ancaman nuklir Iran.
Unggahan Kedutaan Iran di Ghana pada 15 April 2026 langsung menjadi viral karena gaya trollingnya yang ringan namun menyindir.
Dalam postingan itu kedutaan menulis kepada warga Italia bahwa perdana menteri mereka baru saja membela Paus dan kehilangan sekutu di Washington yaitu Trump sang Commander in Grief pria “powerFOOL” paling tolol di muka bumi.
Kedutaan kemudian melamar untuk mengisi kekosongan sekutu tersebut dengan menyebut kualifikasi mereka mencakup pengalaman 7.000 tahun peradaban serta kecintaan bersama terhadap puisi arsitektur dan makanan yang waktu persiapannya lebih lama daripada daya konsentrasi Trump.
Satu-satunya perselisihan antara Iran dan Italia hanyalah soal siapa yang pertama menemukan es krim di mana Faloodeh lahir lebih dulu meski Gelato lebih masyhur sehingga kedua negara telah terlibat perang dingin selama 2.000 tahun.
Peristiwa ini justru menyatukan berbagai faksi politik di Italia termasuk oposisi yang biasanya berseteru dengan Meloni.
Pemimpin oposisi Elly Schlein menyatakan bahwa Italia adalah negara bebas dan berdaulat sehingga konstitusi melarang adanya intimidasi dari kepala negara asing.
Semua pihak sepakat menolak sikap kasar dari pemimpin asing terhadap kedaulatan Italia.
Editor: 91224 R-ID Elok
Dear Italy,
— Iran in Ghana (@IRAN_GHANA) April 15, 2026
Your PM just defended Pope and lost an ally in Washington — the Commander in Grief, yet the most 'powerfool'man on earth.
We'd like to apply for the vacancy.
Our qualifications: 7,000 years of civilization, a shared love of poetry, architecture, and food that…