Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Guru Besar Unpad Diduga Peleceh Mahasiswi Asing di Phuket: “Kirim Foto Bikini, Minum Brandy Biar Stres Hilang”

Repelita.net

17 April 2026 17:00 WIB • 1,112 view

[VIRAL] Guru Besar Unpad Diduga Peleceh Mahasiswi Asing di Phuket: “Kirim Foto Bikini, Minum Brandy Biar Stres Hilang”
Foto: Istimewa

Repelita Bandung - Dunia pendidikan tinggi kembali diguncang skandal dugaan kekerasan seksual setelah seorang guru besar di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung menjadi sorotan tajam akibat isi percakapan tidak pantas miliknya kepada seorang mahasiswi asing yang bocor ke publik.

Kasus ini memicu kemarahan netizen lantaran adanya dugaan penyalahgunaan relasi kuasa yang dilakukan sang pendidik terhadap mahasiswi program pertukaran pelajar tersebut.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang beredar luas di media sosial, oknum profesor tersebut tampak secara agresif meminta foto vulgar kepada korban yang saat itu sedang berada di Phuket, Thailand.

"Saya butuh fotomu saat berenang di pantai Phuket. Memakai bikini," tulis terduga pelaku dalam pesan singkat yang viral tersebut.

Meskipun mendapat penolakan tegas dari korban, terduga pelaku tidak berhenti dan justru terus mendesak korban untuk mengonsumsi alkohol serta mengirimkan foto dengan dalih melepas stres akademik.

"Ya, silakan minum lebih banyak brandy lalu berenang. Ini malam Sabtu, lebih baik bersenang-senang, semua tugas akademik yang stres akan hilang. Minta bantuan orang lain untuk mengambil foto, kirimkan kepadaku. Aku akan senang malam ini," lanjut sang dosen dalam pesan berantai tersebut.

Tak hanya sekali, dalam percakapan di waktu berbeda oknum guru besar ini kembali melancarkan aksinya dengan mengirim pesan bernada rindu kepada korbannya.

"Hi, aku rindu kamu, gimana kabarnya? Aku masih menunggu style bikinimu," tulis terduga pelaku dalam salah satu pesan yang turut tersebar.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Universitas Padjadjaran tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah tegas untuk menjaga integritas institusi serta melindungi korban.

Oknum dosen yang bersangkutan telah dibebastugaskan dari seluruh aktivitas akademik untuk sementara waktu guna mempermudah proses pemeriksaan yang berlangsung.

Unpad melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) tengah mendalami bukti-bukti dan keterangan saksi dalam kasus dugaan pelecehan ini.

Mengingat status korban sebagai mahasiswi asing, pihak kampus menjamin perlindungan serta bantuan hukum dan psikologis selama proses penyelidikan berlangsung.

Kasus ini menambah daftar panjang fenomena predator akademik yang memanfaatkan jabatan untuk menekan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Pengamat pendidikan menilai bahwa kerentanan mahasiswi asing dalam program pertukaran sering kali dimanfaatkan karena keterbatasan jaringan dukungan mereka di negara setempat.

Tim investigasi internal Unpad masih terus bekerja, dan jika terbukti bersalah oknum guru besar tersebut terancam sanksi berat sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sesuai regulasi, setiap kampus di Indonesia kini wajib memiliki Satgas PPKS yang bersifat independen untuk menangani kasus kekerasan seksual.

Langkah Unpad menonaktifkan terduga pelaku merupakan prosedur standar agar tidak terjadi intervensi terhadap korban maupun saksi selama proses penyelidikan berlangsung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung