Repelita Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur dilaporkan telah mengambil langkah tegas dengan mengabulkan desakan dari kelompok massa yang melakukan aksi unjuk rasa.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @bontangpost.id pada hari Rabu, 21 Oktober 2026 yang mengabarkan persetujuan atas tuntutan pencopotan staf pengawal pribadinya.
Melalui rilis resmi yang dibagikan, keputusan tersebut diambil sebagai langkah responsif pemerintah daerah dalam meredam ketegangan sosial yang terjadi di wilayahnya.
Akun @bontangpost.id menuliskan, "Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masโud, menyetujui tuntutan massa aksi terkait pemecatan ajudannya, Asky Rizal Toding.".
Tindakan pemberhentian itu dipicu oleh sorotan tajam publik terhadap perilaku sang petugas keamanan saat mendampingi kegiatan dinas kepala daerah beberapa waktu lalu.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan sarana ibadah dan dinilai melampaui batas kewajaran sehingga mengundang kecaman luas dari berbagai lapisan masyarakat.
Ia memaparkan, "Sebelumnya, Asky menjadi sorotan publik setelah aksinya terhadap seorang mahasiswa di halaman Masjid Nurul Muโmin dinilai arogan dan menuai kecaman.".
Pihak redaksi media lokal setempat juga mencantumkan keterangan mengenai tim dokumentasi lapangan yang berhasil mengabadikan momen kejadian tersebut dalam bentuk visual.
Ia menambahkan, "Video : Eko Pralistio/KP".
Kabar mengenai pengabulan tuntutan demonstran ini langsung mengundang perhatian netizen serta memicu perdebatan panas di kolom interaksi media sosial.
Seorang warganet dengan akun @waero052074 melayangkan komentar bernada sindiran mengenai masa jabatan struktural pimpinan instansi tersebut.
Dalam tanggapannya, akun @waero052074 menulis, "Tanpa dipecat dari Ajudan bentar lagi pasti berhenti juga jadi Ajudan...karena kabarnya si Bosnya pun dipecat ๐๐๐".
Sementara itu, komentar lain meminta agar kelompok mahasiswa tetap fokus pada substansi evaluasi kinerja total dari sang kepala daerah.
Akun @aristayuni__ menyampaikan argumennya, "Adek mahasiswa...jangan terkecoh, dia sedang mengalihkan fokus. Yg lebih patut dicopot itu dia, dia tidak mampu menjaga Kalimantan Timur".
Di sisi lain, keraguan mengenai keabsahan wewenang birokrasi dalam memberhentikan anggota dari satuan tertentu turut dipertanyakan oleh pengguna internet.
Warganet dengan akun @bayuayu menuliskan pandangannya, "Yakin di pecat?? Punya hak apa gubernur mecat dia dari satuannya. Gak mungkin.".
Sebuah pesan pengingat mengenai pentingnya menjaga sikap rendah hati selama menjalankan tugas pelayanan publik juga diutarakan oleh netizen lainnya.
Akun @amah_biyah menyatakan pendapatnya, "Jangan sombong kawan. Mereka jg kerja. Segala di senggol. Di pecat kan ko".
Respons singkat mengenai kondisi psikologis dari pihak staf pengawal pasca keluarnya keputusan pemecatan tersebut turut dituliskan oleh seorang pengguna.
Netizen dengan akun @triputrayanda memberikan komentar, "Pantes mewek ajudannya wkwkw".
Selain itu, dugaan mengenai potensi kebocoran informasi internal instansi akibat adanya tindakan pemecatan sepihak ini ikut dianalisis secara ringkas oleh warganet.
Akun @alandaarifin berasumsi dengan menulis, "Ga mungkin, bocor semua rahasianya...".
Sebagai penutup ruang diskusi digital tersebut, sebuah komentar bernada sarkasme mengenai metode penegakan hukum masa lalu ikut dilontarkan oleh netizen.
Akun @___rhully mengakhiri ruang obrolan dengan menulis, "Kenapa gk ada petrus yaa ๐" (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads